Sejarah 22 Mei: Prabowo Subianto Dicopot dari Pangkostrad


Jumat, 22 Mei 2020 - 19:01:50 WIB
Sejarah 22 Mei: Prabowo Subianto Dicopot dari Pangkostrad Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020).

HARIANHALUAN.COM - Mulanya tak banyak yang menyangka hari itu akan tiba. Pada 21 Mei 1998, setelah melalui berbagai tekanan dari demonstran dan parlemen, Soeharto akhirnya menanggalkan jabatan presiden yang sudah diembannya selama 31 tahun.

Soeharto tak sendirian saat naik tahta. Oleh sebab itu, wajar belaka bila dirinya pun tak sendirian ketika turun dari jabatan orang nomor 1 di republik ini.

Bersamaan dengan kejatuhan Soeharto, beberapa sosok di lingkaran terdekatnya juga ikut dilengserkan dari jabatan strategis. Tak terkecuali Prabowo Subianto.

Menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) di masa-masa akhir rezim Soeharto, Prabowo dilengserkan oleh BJ Habibie sehari setelah transisi kepresidenan.

Prabowo kemudian langsung digantikan oleh Mayjen TNI Johny J Lumintang. Hal itu dibenarkan langsung oleh para petinggi ABRI kala itu.

"Benar, jabatan Pangkostrad telah diserahterimakan dari Letjen Prabowo Subianto kepada Mayjen TNI Johhny J Lumintang dalam upacara serah terima sederhana di Makostrad, Jumat [22 Mei] sore pukul 17.30 WIB," tutur Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD brigjen TNI Dewa Putu Rai seperti dilansir Harian Bisnis Indonesia edisi 23 Mei 1998.

Prabowo, kata Dewa, kemudian digeser ke tugas baru sebagai Staaf Komando ABRI di Bandung, menggantikan Letjen TNI Arie J Kumaat.

Sikap Habibie tidak ditanggapi diam oleh Prabowo. Seperti dicatat Habibie dalam bukunya Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006: halaman 111), pada 23 Mei 1998 sore Prabowo berbincang empat mata dengan Habibie untuk membahas duduk perkara detail pencopotannya.

Habibie, di sisi lain menanggapi pertanyaan Prabowo dengan sikap tenang.

"Anda tidak dipecat, tapi dipindah tugaskan," ucap Habibie.

Habibie lantas menjelaskan bahwa Prabowo dicopot lantaran dirinya mendapat laporan dari Panglima ABRI tentang adanya gerakan pasukan Kostrad pimpinan Prabowo menuju Jakarta, Kuningan dan Istana Merdeka.

Ia khawatir akan ada kudeta.

Prabowo kemudian menjawab hal itu dengan klarifikasi bahwa niatannya hanya ingin "menjaga keamanan presiden."

"Tapi itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yang bertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugas Anda," ujar Habibie mendebat Prabowo lagi.

Keputusan akhirnya tak berubah. Prabowo tetap lengser dari jabatan Pangkostrad dan pindah tugas ke Bandung.

Tak lama setelah kepindahan itu Prabowo disidang oleh Dewan Kehormatan Perwira yang dibentuk Juli 1998 lewat Surat Keputusan (SK) Pangab Sekp/533/P/VII/1998.

Menurut arsip LBH Jakarta, setelah sidang pada 10, 12, dan 18 Agustus 1998, dewan ini kemudian mengeluarkan SK KEP/03/VIII/1998/DKP yang isinya berupa rekomendasi pemberhentian Prabowo dari pangkat Letnan Jenderal. 

Sejak saat itu, bahkan hingga Habibie meninggal pada September 2019, Prabowo lebih banyak bergerak di luar militer dan berada di barisan oposisi. 

Sikap itu baru berubah pada Oktober 2019, saat Presiden Jokowi kembali menarik si anak emas Pak Harto ke lingkaran pemerintahan. Kini, politikus Partai Gerindra tersebut menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.  (*)

 Sumber : Bisnis.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]