Renungan Ramadhan: Antara Ujian, Kesusahan dan Kesenangan


Jumat, 22 Mei 2020 - 23:57:37 WIB
Renungan Ramadhan: Antara Ujian, Kesusahan dan Kesenangan Bustami Narda

HARIANHALUAN.COM - Dalam hidup ini, selalu ada dua diciptakan Allah swt. Ada siang ada malam. Ada kaya ada miskin, dan lain sebagsinya. Demikian pula dengan ujian yang diberikan Allah swt kepada hamba-Nya manusia. Ada ujian dalam bentuk kesulitan hidip, ada pula ujian dalam bentuk kesenangan hidup. 


Oleh: Bustami Narda

Ujian dalam bentuk kesulitan hidup, bisa berupa kemiskinan, sakit, komplik dalam rumah tangga, didera rasa takut dan cemas yang bukan main, dan lain sebagainya. 

Sedangkan ujian kesenangan, bisa berupa beroleh keberuntungan dalam berbisnis, menjadi orang kaya raya, meraih juara dalam suatu pertandingan, dihormati orang karena menegang kekuasaan, naik jabatan, dan lain sebagainya. 

Kalau direnungkan, banyak orang yang tak lolos melewati ujian Allah swt di bidang kesenangan dibandingkan dikala dia terkena ujian kesusahan. 

Pada umumnya orang yang ditimpa ujian kesusahaan, cepat sekali muncul kesadarannya mengingat Allah swt.

Misalkan seseorang terkena ujian sakit, tiap sebentar dia akan mengaduh diiringi menyebut-nyebut nama Allah swt. Dia akan dengan mudah menggerakkan lidahnya memohon segera disembuhkan Allah swt. Padahal lidahnya begitu berat digerakkannya.

Namun ketika datang ujian kesenangan dari Allah, kebanyakan manusia lupa dengan yang memberinya kesenangan itu, yakni Alkah swt. Lupa dia bahwa Allah swt sedang mengujinya.

Sulit sekali baginya mengucapkan "Alhamdulillah". Padahal lidahnya ringan dibandingkan lidah orang yang sedang sakit tadi. 

Banyak sekali orang yang sedang diuji Allah dengan kesenangan, malah dia semakin menjauhi Allah swt.

Dia bahkan menjadi orang sombong, menjadi orang tinggi hidung dan tinggi bahu,  yang merasa tak ada  sama sekali campur tangan Allah swt pada status kaya rays yang sedang diperolehnya. Begitu pula dengan kekuasasn yang sedang  dipegangnya, dengan jabatan yang tengah didudukinya. Semua itu katanya karena hebatnya, katena cerdasnya. 

Kalau dibawakan kepada situasi kita sekarang ini, selama ini kita seakan telah diberi ujian kesenangan oleh Allah swt. 

Sejak beberapa dekade belakangan ini,  kita masyarakat dunia umumnya dan Indonesia khususnya, telah mengalami kemajuan amat mengagumkan, terutama di bidang teknologi.

Karena kemajuan teknologi, peralatan perang telah semakin canggih, gedung-gedubg telah mencakar langit, berbagai barang berharga seperti emas, minyak, nikel, batu bara dan lain sebagainya telah dengan mudah bisa dikeluarkan dari perut bumi melalui tambang-tambang yang berperalatan canggih, jalan tol telah mampu mempercepat bepergian kian kemari. Bahkan alat transportssi darat, laut dan udara sudah semakin  mencengangkan lompatan jemajuannya. 

Dibidang kemajuan teknologi informasi, dunia semakin hari sudah semakin terasa tak berbatas lagi,  alat telekomunikasi makin canggih dan canggih. Seiring dengan itu, ekonomi pun semakin maju.

Namun sayang, banyak kita manusia yang lupa bahwa semua ini adalah ujian Allah swt. Yaitu ujian kesenangan, ujian keberuntungan. Kita telah terlena karenanya. Keterlenaan kita telah membuat kita banyak yang makin hari semakin menjauh dari Allah. Bahkan ada yang merasa tak peduli lagi dengan Allah. Malahan ada yang sampai merasa tidak yakin lagi bahwa Allah itu ada. Kita sudah bagaikan kacang lupa dengan kulitnya.

Kadang-kadang, ada di antara kita yang sengaja ingin menjauhkan  Allah swt dari hamba-Nya. Belum puas hatinya dengan menjauhkan dirinya sendiri  dari penciptanya, dia malah juga punya misi ingin menjauhkan orang lain dari Allah swt. Sampai-sampai,  orang yang tetap punya pendirian teguh ingin selalu dekat dengan Allah swt dimusuhinya. Sungguh kejam.

Mungkin karena kita banyak yang tidak lolos melewati ujian kesenangan yang diberikan Allah swt selama ini, kini Allah berikan ujian kesulitan, melalui penyebaran virus corona di muka bumi ini. 

Ujian ini telah membuat kita dicekam ketakutan, kita tak bisa lagi menikmati kecanggihan teknologi yang telah kita peroleh selama ini. Kita sekarang tidak bisa lagi memainkan kecerdasan otak kita dalam berbisnis, dalam memainkan naluri entrepreneur yang kita.  Mall-mall, hotel, restoran mewah,  telah tutup. Pesawat canggih, kapal-kapal pesiar yang super mewah, jet-jet pribadi yang amat elite, sekarang tak bisa lagi  digerakkan. 

Masihkah kita bersombong diri juga? Masihkah kita menganggap Allah swt tidak ada juga? Marilah kita mendekatkan diri kembali kepada-Nya. Marilah kita sesali perbuatan kita selama ini yang telah melampaui batas kepada-Nya. Berapapun kekayaan kita,  setinggi apapun pangkat kita, seluas apapun kekuasaan kita, dengan sekejap mata bisa dilenyapkan Allah swt. Kasus virus corona telah membutikannya.*

loading...
 Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 14:29:05 WIB

    Renungan Idul fitri 1441 H: ”SUDAH BERTAQWAKAH SAYA

    Renungan Idul fitri 1441 H: ”SUDAH BERTAQWAKAH SAYA Bentuk riil mencintai Allah dan rasul-Nya diantaranya adalah dengan melaksanakan seluruh perintah Allah yang tertuang dalam Alquran dengan senang hati, dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan k.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 09:35:28 WIB

    Sebuah Renungan Idul Fitri, Sudah Bertakwakah Saya?

    Sebuah Renungan Idul Fitri, Sudah Bertakwakah Saya? Pada Idul Fitri 1441, hari raya yang sangat berbeda kita rasakan, hari raya disaat ujian Allah menerpa dunia tidak terkecuali Indonesia. Pagi hampir 2 Milyar umat Islam diseluruh pelosok jagad raya mengumandangkan takbir, da.
  • Jumat, 22 Mei 2020 - 13:58:52 WIB

    Renungan Akhir Ramadan

    Renungan Akhir Ramadan Tidak berapa lama lagi Ramadhan akan meninggalkan kita, Bulan yang sangat Mulia, banyak kemuliaan yang Allah berikan kepada bulan Ramadhan diataranya yaitu bulan Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk arah kehidupan (Q.
  • Kamis, 07 Mei 2020 - 07:51:50 WIB

    Renungan Jiwa Ramadan

    Renungan Jiwa Ramadan Tiada yang menduga apa yang akan terjadi pada diri kita setelah ini, apalagi nanti, esok atau apatah lagi bulan atau tahun depan. Kita hanyalah hamba yang menjalani segala titah dan sunnah-Nya.  Segala apa yang menimpamu tel.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]