WHO Sebut Amerika Latin Episentrum Baru Virus Covid-19, Why?


Sabtu, 23 Mei 2020 - 19:06:19 WIB
WHO Sebut Amerika Latin Episentrum Baru Virus Covid-19, Why? Petugas pemakaman menguburkan korban meninggal Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, yang merupakan pemakaman terluas di Sao Paulo, Brasil. Foto diambil pada 22 Mei 2020.(REUTERS/AMANDA PEROBELLI)

HARIANHALUAN.COM -- Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan Amerika Latin sebagai episentrum baru virus corona, di tengah usaha Presiden AS Donald Trump membuka lagi negaranya.

Kenaikan kasus yang signifikan terjadi di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Membuat total penularan di seluruh dunia mencapai 5,3 juta.

Kasus virus corona di Brasil, misalnya, kini sudah mencapai lebih dari 310.000 kasus dengan korban meninggal melebihi 21.000 orang.

"Dengan pertimbangan ini, maka Amerika Latin menjadi episentrum baru penyakit ini," jelas Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/5/2020).

Dia menerangkan banyak negara di Amerika Selatan mengalami kenaikan kasus. Namun saat ini, yang paling terdampak adalah Brasil.

Tak seperti Eropa dan AS, di mana korbannya adalah lansia, korban meninggal terbanyak di Negeri "Samba" menimpa generasi muda.

Mauro Sanchez, pakar epidemiologi Universitas Brasilia, menerangkan populasi di negaranya kebanyakan berada di bawah usia 60 tahun.

"Yang harus ditekankan di sini adalah banyak orang tertular virus ini karena tidak punya banyak pilihan," papar Sanchez.

Dia merujuk kepada fakta, banyak pemuda yang terhimpit kemiskinan harus tetap keluar bekerja meski berisiko terinfeksi Covid-19.

Di tengah angka kematian yang terus melonjak, pekerja kompleks pemakaman di Sao Paulo mengisahkan mereka terus mengebut tugasnya.

Salah satu pekerja di Vila Formosa menceritakan, mereka bekerja selama 12 jam sehari. Menguburkan satu demi satu korban. "Tak ada habisnya," ungkapnya.

"Kita harus lebih sering berdoa"

Di Washington, Presiden Trump menekan pemerintah lokal dan negara bagian untuk melonggarkan aturan lockdown yang mereka terapkan.

Wabah ini sudah menghantam ekonomi AS, membuat desakan agar karantina wilayah dicabut meski kasus masih terus terjadi.

Saat ini, Negeri "Uncle Sam" adalah negara yang paling parah terdampal Covid-19, dengan 1,6 juta infeksi dan korban meninggal melebihi 97.000.

Dilansir AFP Sabtu (23/5/2020), Trump menghendaki para gubernur mengklasifikasi gereja, sinagogue, dan masjid sebagai "layanan esensial".

Penyebutan itu membuat tempat ibadah menjadi setara dengan toko obat dan makanan, di mana kegiatan operasional mereka harus dibuka di tengah wabah.

"Gubernur harus melakukan hal benar, dan membuka tempat sangat penting ini sekarang, atau paling tidak akhir pekan," ujar dia.

Presiden berusia 73 tahun itu mengancam, jika pemerintah negara bagian tidak menurutinya, dia akan bertindak sesuai kewenangannya.

"Saat ini, di Amerika, kita harus lebih sering berdoa," kata dia. Tak dijelaskan apakah dia mempunyai wewenang untuk membalikkan otoritas negara bagian.

Pemerintah Los Angeles melayangkan kritikan setelah Gedung Putih memperingatkan, melanjutkan lockdown adalah perbuatan ilegal.

"Kami tidak dipandu oleh politik dalam hal ini. Kami dipandu oleh sains, kami dipandu oleh kolaborasi," kata Wali Kota Eric Garcetti.

Pada Jumat (22/5/2020), pemeintahan Trump menyatakan bakal membebaskan atlet profesional untuk bersaing di kompetisi seperit golf, tenis, dan basket.

"Pada saat ini, AS membutuhkan olahraga mereka," kata Chad Wolf, penjabat Kementerian Keamanan Dalam Negeri saat mengumumkan perintah tersebut.

"Inilah saatnya untuk membuka kembali ekonomi, dan inilah saatnya kita mengizinkan atlet profesional kami untuk bekerja," jelasnya. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 15:15:09 WIB

    110 Negara Desak WHO Investigasi Asal-Usul Virus Corona

    110 Negara Desak WHO Investigasi Asal-Usul Virus Corona HARIANHALUAN.COM - Lebih dari 110 negara telah menyatakan dukungannya untuk penyelidikan independen terhadap respons global pandemi virus Corona..
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15:44 WIB

    Peringatan WHO, Gelombang Pertama Corona Belum Berakhir!

    Peringatan WHO, Gelombang Pertama Corona Belum Berakhir! HARIANHALUAN.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia saat ini masih terpukul akibat penularan virus corona. Direktur Eksekutif WHO, Dr. Mike Ryan sebagai pakar kesehatan menuturkan hal tersebut dilihat da.
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 08:38:54 WIB

    WHO Warning Pemimpin Dunia: Jalan Kita Masih Panjang Hadapi Covid-19

    WHO Warning Pemimpin Dunia: Jalan Kita Masih Panjang Hadapi Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Kasus corona (COVID-19) secara global kini sudah melampaui 5 juta orang pada Rabu (20/5/2020). Amerika Latin, kini menjadi episentrum baru setelah Amerika Serikat dan Eropa, dengan porsi kasus harian terbe.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 18:46:38 WIB

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO    

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO     HARIANHALUAN.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan PBB itu jika WHO t.
  • Senin, 18 Mei 2020 - 17:35:51 WIB

    WHO: Waspada Sindrom Baru Corona Intai Anak-anak

    WHO: Waspada Sindrom Baru Corona Intai Anak-anak HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sedang menyelidiki sindrom peradangan baru dan langka yang mengjangkiti ratusan anak-anak belakangan ini, diduga disebabkan oleh virus covid-19. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]