Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang


Ahad, 24 Mei 2020 - 16:48:17 WIB
Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang ilustrasi AS versus China.

HARIANHALUAN.COM -- Idul Fitri biasanya adalah momen saling bermaafan atas segala khilaf. Namun buat Amerika Serikat (AS) dan China, yang ada malah tensi ketegangan yang semakin meninggi. Sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden AS pada 2016, hubungan Washington-Beijing penuh dinamika. 

Ini tidak lepas dari kebijakan Trump yang mengutamakan kepentingan dalam negeri, America First. Trump menilai China telah berlaku tidak adil sehingga AS selalu tekor saat berdagang dengan mereka. Mencoba menyeimbangkan kedudukan, Trump menempuh kebijakan ekstrem yaitu memberlakukan bea masuk terhadap ribuan barang impor asal China.

Diperlakukan seperti itu, China pasti tidak diterima. China balas membebankan bea masuk kepada produk asal AS. Saling balas bea masuk itu yang disebut dengan perang dagang. Seiring waktu, dinginnya hubungan AS-China berhasil dicairkan. Akhirnya pada pertengahan Januari 2020, kedua negara menandatangani perjanjian damai dagang fase pertama.

Namun tidak lama kemudian, muncul sebuah hal besar yang kembali memanaskan hubungan AS-China yaitu pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Bermula dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei (China), virus tersebut hanya butuh waktu kurang dari lima bulan untuk menyebar ke lebih dari 200 negara dan teritori.

Kini bahkan AS menjadi 'korban' terparah dari virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien virus corona di AS per 23 Mei adalah 1.547.973 orang. Jumlah ini setara dengan 30,33% dari total pasien di seluruh dunia. Hampir satu dari tiga pasien corona adalah warga negara AS.

AS, seperti juga negara-negara lain, terpaksa harus membatasi kegiatan masyarakat demi mencegah penularan virus lebih lanjut. Pembatasan sosial (social distancing) bahkan karantina wilayah (lockdown) diberlakukan di berbagai negara bagian. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan jutaan warga dari terjangan virus corona. Namun tagihan yang harus dibayar ternyata sangat mahal. Aktivitas publik yang sangat terbatas membuat ekonomi AS jalan di tempat, bahkan mundur. (*)

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:52:27 WIB

    Waduh! 5 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Suntik Vaksin Flu

    Waduh! 5 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Suntik Vaksin Flu HARIANHALUAN.COM - Lima orang meninggal dunia setelah mendapat suntikan flu di Korea Selatan dalam seminggu terakhir, yang meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tepat ketika program inokulasi musiman diperluas untuk .
  • Ahad, 04 Oktober 2020 - 06:23:43 WIB

    Waduh! Trump Positif Corona Jadi Bahan Olok-olok Netizen China

    Waduh! Trump Positif Corona Jadi Bahan Olok-olok Netizen China HARIANHALUAN.COM - Berita Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terinfeksi virus corona dijadikan bahan olok-olok oleh netizen China.Para netizen juga banyak yang berterima kasih atas kondisi Trump lantaran telah memberikan .
  • Kamis, 24 September 2020 - 10:30:53 WIB

    Waduh! Malaysia Patok Biaya Karantina Covid-19 Khusus WNA Rp16 Juta

    Waduh! Malaysia Patok Biaya Karantina Covid-19 Khusus WNA Rp16 Juta HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Malaysia tarik biaya karantina untuk warga negara asing Rp16 juta. Ini berlaku mulai Kamis (24/9/2020) hari ini. Wakil Kepala Lembaga Pengurusan Bencana Negara (Nadma) Kantor Perdana Menteri Mala.
  • Ahad, 20 September 2020 - 18:28:43 WIB

    Waduh! Warga Inggris yang Langgar Isolasi Mandiri Didenda Rp 190 Juta

    Waduh! Warga Inggris yang Langgar Isolasi Mandiri Didenda Rp 190 Juta HARIANHALUAN.COM - Jangan main-main soal isolasi mandiri di Inggris. Pemerintah Inggris menerapkan sanksi tegas bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan COVID-19. Warganya yang melanggar isolasi mandiri, akan dikenak.
  • Rabu, 16 September 2020 - 07:47:18 WIB

    Waduh! Buat Film Porno di Hutan Keramat, Produser Ditangkap

    Waduh! Buat Film Porno di Hutan Keramat, Produser Ditangkap HARIANHALUAN.COM - Seorang produser film di Nigeria, Tobiloba Jolaosho, diciduk polisi lantaran membuat film porno di hutan yang dikenal sebagai situs keramat dan juga dilindungi PBB..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]