Kisah Polisi Saat Pandemi Covid-19, Jauh dari Keluarga di Hari Kemenangan


Ahad, 24 Mei 2020 - 17:35:51 WIB
Kisah Polisi Saat Pandemi Covid-19, Jauh dari Keluarga di Hari Kemenangan AKBP M. Iqbal Alqudusy

HARIANHALUAN.COM -- Hari Raya Idul Fitri jadi ajang bagi semua umat muslim berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak dengan AKBP M Iqbal Alqudusy. Perwira menengah (Pamen) Polri ini tak bisa mudik demi pengabdiannya pada negara. Iqbal yang saat ini menjabat Kepala Sub Bagian Berita Divisi Humas Polri tetap bertugas saat Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Dia menyadari pekerjaannya tak mengenal waktu. "Tugas selama satu minggu selama 5 hari kerja, namun kita harus menyadari bahwa berita tidak mengenal hari libur, selalu siap setiap saat manakala sesuai job pekerjaan kita harus bekerja dan ada panggilan tugas," tuturnya kepada awak media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pria lulusan Akademi Polisi (Akpol) di Batalion Wira Satya pada 1996 itu harus merelakan Lebaran jauh dari anak dan istrinya yang tinggal di Solo, Jawa Tengah. Pandemi Covid-19 menghalanginya untuk pulang hanya untuk sekedar melepas rindu dengan keluarga. Sedih, tapi baginya itu adalah sebuah tantangan kerja yang harus dia lakoni.

"Rasanya ada momen-momen yang hilang, seperti takbiran bersama keluarga, acara sungkeman dengan orangtua, silaturahmi dengan warga, Salat Ied dan tentunya makan nasi opor sambel goreng bersama juga terlewatkan," ujar mantan Kapolres Tolitoli ini.

Iqbal mengaku kadang anaknya kecewa karena ditinggalkan sang ayah saat bertugas. “Kini tidak bisa merasakan momen makan opor ketupat dan sambel goreng bersama keluarga. Protes dan ungkapan kecewa dari anak dan juga istri menjadi hal yang wajar. Anak-anak sering bilang kangen sebagai ungkapan protes," tambahnya kemudian.

Namun, kata Iqbal, keluarganya sudah menyadari kondisi tersebut. Menjadi istri dari polisi risikonya harus siap dengan segala kondisi, terlebih saat corona seperti ini di mana saat warga lain diminta tetap di rumah, anggota Polri tetap harus bekerja di lapangan melayani masyarakat. Pemerintah juga melarang abdi negara, termasuk anggota Polri untuk mudik.

“Tetap tegar menjalani tugas. karena apabila melihat kondisi masyarakat saat ini, sudah banyak saudara-saudara kita menjadi korban Covid-19. Maka kita harus bisa membatasi mobilitas kita sendiri guna memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya, yaitu dengan tidak mudik,” ujar Iqbal.

Kondisi seperti ini memberikan hikmah tersendiri kepada setiap orang. Terlebih pandemi Covid-19 bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri, dua bulan penting bagi Muslim. Hikmah dari tidak bisa kumpul bersama keluarga pada Lebaran tahun ini membuat semuanya jadi lebih mawas diri dan meningkatkan Iman kepada Allah SWT. 

"Karena semua yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Semoga Pendemi segera berlalu dan dapat beraktifitas seperti semula,” tutup pria yang dikenal sangat religius ini. (*)

 Sumber : Div Humas Mabes Polri /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]