Tolak Pembukaan Mal 5 Juni, YLKI: Terlalu Dini dan Gegabah


Selasa, 26 Mei 2020 - 15:18:10 WIB
Tolak Pembukaan Mal 5 Juni, YLKI: Terlalu Dini dan Gegabah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) menolak rencana pengoperasian kembali mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan sekitarnya, yang rencananya dilakukan pada tanggal 5 Juni 2020. 

"Rencana pembukaan mal di Indonesia atau khususnya di Jakarta pada 5 Juni mendatang saya kira ini kebijakan yang terlalu dini bahkan terlalu gegabah," ujar Ketua Pengurus YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2020). 

Menurutnya, saat ini penyeberan pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum mereda. Ini terefleksikan dengan kurva pasien Covid-19 yang masih cenderung naik. 

"Sehingga kalau kurva itu belum landai, tidak ada alasan bagi pemerintah membuka mal dimanapun, khususnya di Jakarta," ujar dia. 

Oleh karenanya, Tulus mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, atau pemerintah daerah lainnya untuk membatalkan rencana pembukaan mal tersebut. 

"Kalau kurva di Jakarta belum melandai, itu artinya belum aman dari sisi pengendalian Covid," katanya. 

Apabila nantinya mal tetap kembali beroperasi pada 5 Juni mendatang, Tulus mengimbau kepada masyarakat agar tidak langsung berdatangan. 

"Dan kalau kemudian pemerintah memaksakan membuka mal, kemudian terjadi banyak pelanggaran, ini kemudian harus diberikan sanksi tegas keapda tenant atau mal-nya," tutur Tulus. 

Tulus yakin, dalam pelaksanaannya nanti akan ada banyak pelanggaran protokol pemutusan rantai penyebaran Covid-19 yang ditemukan. 

"Kita minta pemerintah jangan terlalu dini, jangan terlalu gegabah membuka mal atau tempat khusus yang dapat menjadi cluster baru," ucapnya.

Sebagai informasi, kembali beroperasinya pusat perbelanjaan ini mengacu Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 489 Tahun 2020 tentang Perpanjangan PSBB di Jakarta. 

Dalam aturan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, PSBB hanya diperpanjang 14 hari sejak 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020. Ini merupakan perpanjangan PSBB yang ketiga kali di Jakarta sejak pertama kali berlaku.

Dalam konferensi pers Senin (25/5/2020) di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur DKI mengisyaratkan tidak akan memperpanjang kembali PSBB dan bersiap menghadapi masa new normal atau kenormalan baru. 

Alasannya, penanganan kasus infeksi virus corona di Jakarta sudah jauh lebih baik dibandingkan awal serangan pada Maret lalu.(*)

 Sumber : kompas.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 29 Juni 2020 - 23:10:51 WIB

    Seribu Massa Akan Demo di Jalur Bandara, Tolak TKA China Masuk Sultra

    Seribu Massa Akan Demo di Jalur Bandara, Tolak TKA China Masuk Sultra HARIANHALUAN.COM - Sekitar 105 TKA asal China gelombang kedua akan tiba di Sulawesi Tenggara besok. Massa akan melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan TKA China..
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 11:14:30 WIB

    Tolak RUU HIP, Mulyadi: Kita Ingin Adat Minang Tetap Terjaga

    Tolak RUU HIP, Mulyadi: Kita Ingin Adat Minang Tetap Terjaga HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Mulyadi menegaskan bahwa Partai Demokrat secara tegas menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Menurutnya, jika RUU tersebut disahkan.
  • Kamis, 25 Juni 2020 - 00:01:48 WIB

    Ketua Pemuda Pancasila Tolak RUU HIP

    Ketua Pemuda Pancasila Tolak RUU HIP HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Japto juga meminta pecabutan RUU tersebut..
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 12:45:35 WIB

    MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs soal Perppu Covid-19

    MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs soal Perppu Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menerima gugatan Amien Rais dkk soal Perppu Corona. Sebab, Perppu itu dianggap telah diubah menjadi UU sehingga objek menjadi hilang secara hukum..
  • Senin, 22 Juni 2020 - 20:28:21 WIB

    Jaksa Tolak Dalih Penyerang Novel Baswedan Adalah Aksi Spontan

    Jaksa Tolak Dalih Penyerang Novel Baswedan Adalah Aksi Spontan HARIANHALUAN.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai dalih bahwa terdakwa menyiramkan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan secara spontan tidak beralasan dan tidak dapat dibuktikan di persidangan. Sebelumnya, kuasa hu.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]