Kartu Poros Singapura Hidup Lagi di Pilgub Sumbar


Rabu, 27 Mei 2020 - 17:16:48 WIB
Kartu Poros Singapura Hidup Lagi di Pilgub Sumbar Yovaldri Riki Putra

Penulis: Yovaldri Riki Putra (Pegiat Media Sosial) 

HARIANHALUAN.COM - Saya membaca banyak berita Faldo Maldini akhir-akhir ini. Ketika dia melaju di Pesisir Selatan, namanya sempat hilang dalam pemberitaan Sumatera Barat. Usianya kurang untuk mencalonkan diri di Pilgub, dia datang ke MK untuk mencari keadilan. Hasilnya? MK membuat Faldo berbelok ke kampung orang tuanya, Pesisir Selatan (Pessel).

Covid-19 mengharuskan Pilkada ditunda, maka cukuplah usia Faldo Maldini untuk berlaga. Memang jalan Tuhan tampaknya, Faldo harus kembali ke panggung yang menjadi target awalnya. Bagi-bagi amplop dan THR sudah cukup membuatnya kembali masuk gelanggang. Langkahnya langsung diikuiti dan menginspirasi banyak politisi untuk membuat hal serupa.

Bagi masyarakat Pessel tentu tidak masalah Faldo berlaga di Pilgub. Minimal, pilihan untuk menggantungkan harapan pun bertambah. Masyarakat Pessel tentu bangga ada lebih dari satu putra terbaiknya yang akan menuju kursi Sumbar satu, yang akan jadi wajah Sumbar di level nasional.

Pindah ke PSI untuk mencalonkan diri di Sumbar sekilas tampak aneh. Partai ini tidak punya satupun kursi. Namun sebenarnya, pilihan Faldo merupakan langkah rasional. Menjadi kader PSI, Faldo akan bermentor secara langsung kepada pentolan Poros Singapura, Jeffrie Geovanie (JG), politisi cum pengusaha besar nasional asal Ranah Minang. Banyak orang besar lahir dari campur tangannya.

Konon kabarnya, tidak sedikit politisi Sumbar yang ingin mendapatkan dukungan JG dari belakang layar. Namun, Faldo memilih terang-terangan untuk menjadi kader PSI. Dia tampil di depan layar. Pilihan tersebut tentu lengkap dengan keuntungan dan resikonya.

Resikonya adalah Faldo dapat resistensi oleh sebagian elit, yang melihat Sumbar dalam kerangka Pilpres, padahal semua sudah lama berakhir. Toh, Prabowo sendiri sudah menjadi anak buah Jokowi.

Namun keuntungannya, JG akan tarung habis-habisan. Momen ini membuatnya kembali pada memori masa dulu, di mana dia berhasil mendapatkan 16% pemilih Sumbar dalam waktu yang relatif singkat. Dia kalah dari Gamawan Fauzi, kemudian Irwan Prayitno yang duduk pada posisi dua. Tetapi, JG hadir sebagai ikon politik baru yang selalu menang kontestasi Sumbar. Dua kali dia melenggang bebas ke Senayan setelah kalah dalam Pilgub 2005.

Sekarang, Faldo Maldini yang sudah sangat populer di kalangan anak muda ini kembali ke arena. Sementara itu, JG hari ini yang sudah berkali-kali lipat lebih kuat ikut berdiri di belakangnya. Kemampuan politik Faldo di bawah bimbingan sang mentor tentu dapat jadi kuda hitam yang kencang dalam mengubah konstalasi Pilkada.

Calon-calon lama tentunya akan anggap sebelah mata karena mereka merasa paling menguasai peta politik Sumatera Barat. Namun, makan tangan mereka berdua di politik nasional sudah cukup sebenarnya untuk membuat mereka sekedar dihitung dalam pencaturan. Kejutan dari kolaborasi dua genarasi ini tentu akan sangat dinantikan, Faldo di depan panggung, sementara JG membaca doa dari belakang.

Hal yang dibutuhkan Sumbar hari ini adalah alternatif. Tinggal menunggu nyali Faldo Maldini untuk benar-benar ikut dalam kontestasi. Paling tidak jika dibandingakan dengan bertarung di Pilkada Pessel, investasi politik di Pilgub Sumbar akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang, seperti apa yang sudah dialami oleh Jeffrie "Don Geo" Geovanie setelah Pilkada 2005.(*)

 Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 19 Maret 2016 - 03:52:10 WIB

    Kartu Trans Padang Nyaman Tapi Mahal

    Kehadiran Bus Trans Padang mampu menjawab kebutuhan ma­syarakat Kota Padang, khususnya pada koridor pertama rute Lubuk Buaya-Pasar Raya. Angkutan massal ini mulai beroperasi Januari 2014 atau sudah dua tahun lebih..
  • Rabu, 17 Februari 2016 - 03:45:52 WIB

    Tentang Kartu Identitas Anak

    Tentang Kartu Identitas Anak Kementerian Dalam Negeri membuat kebijakan baru di awal 2016. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, semua anak berusia di bawah 17 tahun diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]