Mohon Maaf! Kemungkinan Jamaah Haji Berangkat Tahun Ini Tipis


Rabu, 27 Mei 2020 - 21:05:31 WIB
Mohon Maaf! Kemungkinan Jamaah Haji Berangkat Tahun Ini Tipis Para calon jamaah haji (Foto: Okezone.com)

HARIANHALUAN.COM -- Meski Arab Saudi telah mengumumkan pelonggaran lockdown, namun tidak dengan di kota suci Makkah. Itu artinya, kecil kemungkinan jamaah haji bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Demikian disampaikan Forum Silaturahim Asosiasi Travel Umrah dan Haji.

Di lain pihak pemerintah Indonesia masih sangat intens berkomunikasi dengan Arab Saudi sambil menunggu perkembangan situasi wabah virus corona atau Covid-19 hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Sekretaris Forum Silaturahim Asosiasi Travel Umrah dan Haji atau Forum Satuh, Muharom Ahmad mengatakan, dirinya yang baru kembali ke Indonesia pekan lalu itu mengatakan bahwa kemungkinan jamaah haji Indonesia berangkat ke Tanah Suci sangat kecil tahun ini.

"Kecil kemungkinan Kementerian Agama untuk bisa menyelenggarakan haji karena terlalu mepet waktunya, karena dari 1 Juni itu sudah pertengahan Syawal, di akhir Syawal itu jadwal keberangkatan kloter pertama, di mana kita harus mempersiapkan 100.000 lebih jamaah, kalau memang hanya 50 persen dari total kuota (yang bisa berangkat), dalam waktu dua minggu," kata Muharom, dikutip dari Okezone, Rabu (27/5/2020).

Pemerintah Arab Saudi dalam maklumatnya kembali menegaskan larangan sementara beribadah haji dan umrah di Masjidil Haram, Makkah dan di Masjid Nabawi, Madinah, serta penerbangan internasional masuk ke wilayahnya. Pemerintah Arab Saudi juga telah menerapkan jam malam selama 24 jam bagi Makkah dan Madinah dari sejak awal April lalu.

"Seluruh hotel sudah tutup sejak dua bulan lalu, jamaah (umrah) yang (pulang) terakhir itu ditampung di Jeddah, dan sebagian besar orang asing sudah pulang. Kalaupun terselenggara (haji) kami yakin (kuota yang dibolehkan tidak lebih dari 50% (dari total kuota awal)," tuturnya.

Masjidil Haram masih dibuka, namun hanya bagi karyawan dan pekerja masjid agung tersebut yang jumlahnya mencapai ribuan.

"Masjidil Haram tetap dihidupkan, diselenggarakan salat lima waktu, salat tarawih dan taadarus, namun hanya bagi manajemen Masjidil Haram, yang jumlah karyawannya cukup banyak, sampai ribuan, namun tidak dibuka untuk umum," katanya.

Sementara, salah seorang pengusaha travel haji dan umrah di Jakarta juga mengatakan hal senada. "Saya melihatnya tidak mungkin akan ada haji tahun ini, dengan virus corona yang masih mewabah, ini tidak mungkin selesai dalam waktu satu atau dua bulan ini, sementara haji itu bulan Juli sudah mulai, tanggal 24 Juli itu wukuf," kata Nasril Nazir, pemilik usaha travel haji dan umrah di Gondangdia, Jakarta.

"Pemberangkatan itu dari dua bulan sebelumnya harus ada persiapan pemberangkatan, dan juga dari Arab Saudi sendiri belum ada persiapan sama sekali, mengarah untuk ibadah haji, jadi ya saya perkirakan tidak berangkat tahun ini, tidak ada haji tahun ini," imbuhnya.

"Pemberangkatan itu dari dua bulan sebelumnya harus ada persiapan pemberangkatan, dan juga dari Arab Saudi sendiri belum ada persiapan sama sekali, mengarah untuk ibadah haji, jadi ya saya perkirakan tidak berangkat tahun ini, tidak ada haji tahun ini," imbuhnya.

Pihaknya lanjut Nasril, juga kesulitan menghubungi rekanannya di Arab Saudi, seperti pengusaha hotel dan transportasi haji. (*)

 Sumber : Okezone /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]