Kurva Corona RI Belum Landai, Beneran Mau New Normal?


Kamis, 28 Mei 2020 - 09:14:31 WIB
Kurva Corona RI Belum Landai, Beneran Mau New Normal? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM -  Kasus virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia masih terus bertambah. Kurva belum benar-benar bisa dibilang melandai.

Kementerian Kesehatan mencatat jumlah pasien positif corona di Tanah Air per 27 Mei 2020 adalah 23.851 orang. Bertambah 686 orang atau 2,96% dibandingkan posisi per hari sebelumnya.

Persentase pertumbuhan kasus corona di Indonesia belum stabil, masih terjadi fluktuasi. Dalam tiga hari selama 24-26 Mei ada perbaikan di mana lajunya melambat. Namun pada 27 Mei meninggi lagi, masih naik-turun.

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata kenaikan kasus corona di Indonesia adalah 3,16% per hari. Masih di atas rata-rata global yaitu 2,01% per hari.

Apalagi walau sudah dilarang oleh pemerintah, masih ada warga yang nekat mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri. Kini para pemudik itu sedang memasuki fase arus balik. Mobilitas jarak jauh seperti ini rentan membawa virus, sehingga bukan tidak mungkin kasus corona akan bertambah signifikan.

Oleh karena itu, wacana untuk kembali membuka keran aktivitas masyarakat dalam label kenormalan baru (new normal) mengundang kontroversi. Jika kasus masih terus bertambah dan puncak belum terlihat, apakah memang sudah saatnya untuk mengendurkan pembatasan sosial (social distancing)?

Perlu diingat bahwa virus corona menyukai kerumunan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini akan mudah menyebar ketika terjadi peningkatan interaksi dan kontak antar-manusia.

New normal memang bukan seperti dulu, di mana setiap orang seakan bebas melakukan apa saja. Memang ada aktivitas yang sudah diperbolehkan lagi, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan selagi vaksin dan obat penawar virus corona belum tersedia. Namun tetap saja terjadi kenaikan intensitas interaksi, yang membuat virus lebih mudah menjalar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi wanti-wanti bahwa saat ini penyebaran virus corona bahkan belum memasuki gelombang kedua (second wave outbreak). "Secara global, kita masih di pertengahan gelombang pertama," kata Mike Ryan, Direktur Eksekutif WHO, seperti dikutip dari Reuters.

Artinya, puncak pandemi ini belum terlihat, kita masih separuh jalan. Ke depan, jumlah kasus masih akan terus meningkat.

"Anda perlu melanjutkan apa yang sudah dilakukan. Tetap di rumah," tegas Ryan. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]