Ngeri! Kasus Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 100 Ribu Orang


Kamis, 28 Mei 2020 - 10:35:13 WIB
Ngeri! Kasus Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 100 Ribu Orang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Amerika Serikat (AS) telah melampaui 100 ribu orang. Total kasus virus Corona di negara ini semakin mendekati 1,7 juta kasus.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2020), data penghitungan terbaru dari Johns Hopkins University (JHU) yang berbasis di Baltimore menyatakan sedikitnya 100.396 orang meninggal dunia akibat virus Corona di berbagai wilayah AS.

Ketua House of Representatives (HOR) atau DPR AS, Nancy Pelosi, sempat hening sejenak dalam konferensi pers saat membahas total kematian akibat virus Corona di AS ketika beberapa negara bagian mulai membuka kembali perekonomian mereka. Pelosi menyebut virus Corona sebagai 'virus jahat'.

"Tidak kita duga kita akan sampai di sini nyaris pada waktu yang sama saat negara kita mencatatkan 100 ribu orang meninggal akibat virus Corona," ucap Pelosi.

Kandidat capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, memberikan pernyataan muram saat berbicara langsung kepada para keluarga korban virus Corona. "Bagi mereka yang terluka, saya meminta maaf atas kehilangan yang Anda alami. Bangsa ini berduka bersama Anda," ucap Biden yang juga mantan Wakil Presiden AS ini.

Data JHU juga menyebut bahwa total 1.699.073 kasus virus Corona terkonfirmasi di AS sejauh ini. Dengan angka ini, AS masih tercatat sebagai negara dengan total kasus virus Corona terbanyak di dunia.

Negara bagian New York menjadi wilayah yang terdampak virus Corona terparah di AS, dengan lebih dari 364 ribu kasus dan lebih dari 29 ribu kematian. Disusul oleh negara bagian New Jersey dengan lebih dari 156 ribu kasus dan lebih dari 11 ribu kematian.

Menurut penghitungan terbaru JHU, sedikitnya 391.508 pasien virus Corona di berbagai wilayah AS telah dinyatakan sembuh.

Dengan AS tercatat sebagai negara yang terdampak virus Corona paling parah di dunia, Presiden AS Donald Trump dihujani kritikan tajam soal cara penanganan pandemi Corona. Trump juga ditegur Biden karena tidak mau memakai masker saat menghadiri acara publik, meskipun otoritas kesehatan menyarankan pemakaian masker di area umum.

Trump terkesan lebih fokus pada mendorong pembukaan kembali perekonomian AS yang terdampak parah oleh pandemi Corona. Dia bahkan menekan otoritas negara bagian dan otoritas lokal untuk segera melonggarkan lockdown dan berbagai pembatasan sosial.

Penasihat medis terkemuka AS, Anthony Fauci, memperingatkan agar AS tidak 'melompati' panduan yang ditetapkan demi membuka perekonomian lebih cepat. "Itu sungguh mencobai takdir dan meminta masalah," ucap Fauci. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]