Ini Tanggapan MUI Soal Pembukaan Tempat Ibadah dan New Normal


Kamis, 28 Mei 2020 - 15:36:26 WIB
Ini Tanggapan MUI Soal Pembukaan Tempat Ibadah dan New Normal Foto : Shalat berjemaah di Arab Saudi dengan jaga jarak sosial

HARIANHALUAN.COM -  Persiapan penerapan fase kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi terus dikebut. Salah satu hal yang diatur adalah tempat ibadah akan dibuka secara bertahap. 

Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, dilansir Kompas.com, Rabu (27/5/2020), pembukaan tempat ibadah itu akan mengobati rasa rindu umat untuk beribadah.  Tapi pembukaan tempat ibadah tetap harus menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan menjaga jarak. 

Shalat Jumat 

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas mengatakan jika PSBB akan direlaksasi dan orang sudah boleh berkumpul di mal, bandara, serta tempat umum lainnya, maka di masjid juga sudah bisa. 

Tapi masyarakat perlu menaati protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan virus. Salah satunya soal menjaga jarak atau physical distancing. Dalam aturan tersebut, antar orang harus menjaga jarak minimal 1 meter. 

"Maka ini tentu akan sangat menjadi masalah di masjid-masjid yang jemaahnya biasanya membeludak," katanya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2020). 
Dia menyebutkan saat Shalat Jumat, masjid-masjid biasanya tidak kuat menampung jemaah. Apalagi jika antar jemaah nantinya diberi jarak 1 meter. Menurut Anwar itu tidak mungkin dilakukan dan akan menyusahkan para jemaah. 

"Oleh karena itu saya akan menyampaikan kepada komisi fatwa untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan shalat Jumat di tengah wabah Covid-19 ini," kata dia.

Fatwa MUI Penerapan shalat Jumat dengan menjaga jarak tersebut, menurutnya sangat penting dan perlu dikaji oleh komisi fatwa MUI agar umat dapat menyelenggarakan shalat Jumat-nya dengan baik dan tenang. Karena tanpa prinsip physical distancing akan membahayakan jamaah dan MUI tidak mau hal itu terjadi. 

Anwar mengusulkan, jika shalat Jumat akan tetap dilaksanakan, maka bisa dilakukan secara bergelombang untuk mengurangi kerumunan. Dia mencontohkan, shalat dilakukan dalam 3 gelombang. Gelombang pertama pukul 12.00, gelombang kedua pukul 13.00, dan gelombang ketiga pukul 14.00. 

Selain itu bisa juga dengan cara memperbanyak tempat penyelenggaraan shalat Jumat yang sifatnya sementara. Misalnya dengan mengubah aula atau ruang pertemuan untuk tempat shalat Jumat, sehingga jemaah bisa tertampung semua tanpa melanggar protokol kesehatan. 

Persiapan penerapan fase kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi terus dikebut.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan telah meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi besar-besaran mengenai penerapan new normal tersebut. 

Pemerintah, imbuh Jokowi juga akan menempatkan personel TNI dan Polri di tempat-tempat umum. Hal itu memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.  (*)

 Sumber : kompas.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]