Waduh! Pupuk Impor Asal China Serbu Pasar Indonesia


Kamis, 28 Mei 2020 - 22:32:01 WIB
Waduh! Pupuk Impor Asal China Serbu Pasar Indonesia Ilustrasi pupuk

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia hingga kini masih harus bergantung pada kebutuhan pupuk impor. Padahal, dari dalam negeri ada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bisa memproduksi yaitui holding PT. Pupuk Indonesia. BUMN ini harus bersaing menghadapi kerasnya persaingan di industri pupuk dalam negeri.

Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengakui adanya persaingan di dalam negeri dengan pupuk impor, utamanya dari China dalam merebutkan pasar di antara para petani. Selain itu, pupuk asal China juga menjadi saingan keras bagi pupuk lokal.

"Kita andalkan loyalitas petani pada produk kita, terutama ketersediaan barang yang ada dimana-mana. Yang jelas, urea masih sangat optimistis. Urea dalam dan luar negeri kita termasuk pemain utama lah," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/5).

Agar bisa bersaing, tentu harus memiliki harga yang murah. Dalam memproduksi pupuk, salah satu komponen utamanya adalah harga gas yang digunakan. Semakin murah, maka bisa meminimalisir harga agar bisa semakin murah.

"Dengan efisiensi, kurang biaya distribusi, kurangi rate konsumsi gas. mengurangi biaya-biaya yang efisienkan harga yang ada. Intinya efisiensi supaya bisa bersaing dengan pupuk dari luar," sebut Wijaya.

Kesiapan menghadapi produk impor harus disiapkan oleh produsen lokal. Pasalnya, menurut data Badan Pusat Statistik, Indonesia masih doyan mengimpor pupuk. Selama bulan April, pupuk masuk ke dalam 10 golongan utama barang yang diimpor mencapai US$ 159 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun. Hal ini cukup memperihatinkan karena pada Maret 2020 impor pupuk tak masuk 10 besar.

Berikut 10 golongan utama barang yang di impor selama April 2020:

1. Mesin dan perlengkapan elektrik US$ 1,66 miliar
2. Besi dan baja US$ 667,9 juta
3. Plastik dan barang dari plastik US$ 694,7 juta
4. Kendaraan dan bagiannya US$ 398,8 juta
5. Ampas/sisa industri makanan US$ 342,4 juta
6. Berbagai produk kimia US$ 291,1 juta
7. Pupuk US$ 159,2 juta
8. Sayuran US$ 112 juta
9. Logam mulia, perhiasan/permata US$ 20,8 juta
10. Senjata dan amunisi serta bagiannya US$ 800 ribu.
(*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 28 Mei 2020 - 16:06:16 WIB

    Waduh! Ada Rasa Cemburu Buat UMKM di Balik Penerapan New Normal

    Waduh! Ada Rasa Cemburu Buat UMKM di Balik Penerapan New Normal HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun menilai rencana penerapan era new normal di sebagian wilayah tertentu saja berisiko menimbulkan kecemburuan antarpelaku usaha. Untuk .
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 15:29:13 WIB

    Waduh! Rupiah Melemah ke Rp 14.730/US$

    Waduh! Rupiah Melemah ke Rp 14.730/US$ HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan pasar spot hari ini, kembali ke atas level Rp 14.700/US$..
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 19:46:46 WIB

    Waduh! KFC Tutup Ratusan Gerai, Ribuan Karyawan Dirumahkan

    Waduh! KFC Tutup Ratusan Gerai, Ribuan Karyawan Dirumahkan HARIANHALUAN.COM -- Pandemi Covid-19 membuat 115 gerai KFC tutup sementara. Berkaitan dengan itu, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pemegang merek makanan cepat saji itu merumahkan 4.988 karyawannya..
  • Jumat, 15 Mei 2020 - 16:05:24 WIB

    Waduh! RI Banyak Impor Sayuran dari China

    Waduh! RI Banyak Impor Sayuran dari China HarianHaluan.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indonesia banyak mengimpor komoditi salah satunya sayuran dari China. Total nilai impor Indonesia US$ 12,54 miliar sepanjang April 2020..
  • Kamis, 14 Mei 2020 - 21:39:22 WIB

    Waduh! Pengusahapun Ikut Serbu Pegadaian

    Waduh! Pengusahapun Ikut Serbu Pegadaian HarianHaluan.com - Tidak hanya kelas rumah tangga, ternyata pengusahapun ikut beramai-ramai ke pegadaian. Kali ini barang yang paling banyak digadai adalah mobil. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]