200 Sekolah di Korsel Kembali Ditutup, Apa Sebabnya?


Sabtu, 30 Mei 2020 - 16:13:41 WIB
200 Sekolah di Korsel Kembali Ditutup, Apa Sebabnya? Kegiatan pembersihan itu dilakukan di kafetaria sebuah sekolah menengah di Seoul, Korea Selatan, Senin, 11 Mei 2020.(AP/Lee Jin-man)

HARIANHALUAN.COM -- Korea Selatan kembali menutup lebih dari 200 sekolah, hanya beberapa hari setelah mulai dibuka. Penutupan itu dilakukan setelah munculnya puluhan kasus baru di negara tersebut dalam pekan ini.

Dikutip dari Kompas.com, ribuan siswa di Korea Selatan pada Rabu (27/5/2020) mulai masuk kembali saat negara itu melonggarkan pembatasan sekolah.

Namun aktivitas belajar mengajar tersebut tak berlangsung lama, sebab sehari kemudian dikonfirmasi ada 79 kasus baru yang dilaporkan.

Jumlah 79 kasus dalam sehari tersebut termasuk yang tertinggi di Korsel dalam dua bulan terakhir.

Diduga berasal dari gudang e-commerce

Sebagian kasus disebut-sebut berkaitan dengan pusat distribusi di luar Seoul yaitu gudang di kota Bucheon.

Gudang tersebut dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu yaitu Coupang.

Pejabat setempat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja.

Sejumlah ahli menyebut, kemungkinan bahwa Korea Selatan akan terus melihat peningkatan kasus karena terus menguji ribuan karyawan dari pusat.

Sekitar 58 kasus baru dicatat pada hari Jumat, sehingga jumlah total update kasus secara nasional menjadi 11.402.

Ratusan tutup dan menunda dibuka

Sebanyak 251 sekolah di Bucheon saat ini terpaksa ditutup.

Sebuah laporan oleh Korea Times, mengutip Kementerian Pendidikan, mengatakan 117 sekolah di ibukota Seoul juga telah menunda pembukaan kembali mereka.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, ditemukan memiliki virus.

Selain itu, taman umum dan museum di seluruh Seoul dan kota-kota sekitarnya sekarang telah ditutup.

Tak hanya itu, usaha bisnis juga didesak untuk mendorong kerja yang lebih fleksibel, dan orang-orang sekali lagi diminta untuk menghindari pertemuan massal.

Korea Selatan mengalami salah satu wabah virus terburuk awal tahun ini, tetapi tampaknya telah mengendalikannya, berkat program " trace (jejak), test (tes) dan treat (perawatan)" yang luas.

Namun, beberapa pekan terakhir, telah muncul kelompok penularan virus baru.

Termasuk satu yang dikaitkan dengan seorang pria yang mengunjungi lima klub malam dan bar di distrik kehidupan malam Seoul di Itaewon awal bulan ini.

Menurut kantor berita Yonhap News, sekitar 266 kasus telah ditelusuri ke cluster Itaewon. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]