Panitia Diskusi CLS FH UGM akan Dibunuh, Simak Detil Ancamannya


Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:42:29 WIB
Panitia Diskusi CLS FH UGM akan Dibunuh, Simak Detil Ancamannya Prof Zainal Arifin Mochtar saat menjadi saksi dalam lanjutan sidang Gugatan Legalitas Hak Angket di Mahkamah Kontitusi, Jakarta, Rabu 13 September 2017. Wakil Ketua MK Anwar Usman, menjadi pimpinan sidang uji materi karena Ketua MK Arief Hidayat tidak hadir.

HARIANHALUAN.COM -  Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada atau UGM Zainal Arifin Mochtar menceritakan ancaman terhadap panitia diskusi 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang akhirnya dibatalkan.

Menurut Zainal, cerita itu didapat dari para mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) FH UGM yang menjadi panitia diskusi.

"Mereka screencapture beberapa WA (pesan Whatsapp) ancaman," kata Zainal dilansir dari Tempo pada Jumat, 29 Mei 2020.

Diskusi tersebut sedianya digelar pada Jumat siang secara online melalui aplikasi Zoom Meeting.

Mantan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM tersebut menjelaskan ada ancaman pemanggilan oleh Kepolisian, ancaman mengenakan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan.

Salah seorang pengancam bahkan mengatasnamakan dari Kepolisian Resor Sleman, Yogyakarta. Pengancam lainnya mengaku dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

Zainal mengungkapkan klarifikasi koleganya kepada Polres Sleman bahwa tak ada rencana pemanggilan tersebut.

"Bisa jadi, istilah mereka itu, ada yang memancing di air keruh ini," ujar Zainal.

Zainal mengatakan Kepolisian semestinya mengusut tuntas ancaman terhadap para panitia diskusi mahasiswa FH UGM. Menurut dia, ada pihak yang mau mengatasnamakan Kepolisian dan menjelekkan negara serta Kepolisian.

Kepala Humas Polda DIY Komisaris Besar Yulianto pun mengatakan akan mengecek kasus ini kepada jajarannya.

Dikutip dari Tempo, berdasarkan screenshot pesan WA panitia yang diperoleh, bahkan pengancam menghubungi ibu salah satu narahubung diskusi berinisial F. Pengancam itu menyatakan akan mencari F serta mengancam membunuh mereka sekeluarga.

Menurut Zainal, akun Whatsapp F dan seorang narahubung lainnya berinisial A diretas. Seorang pengurus CLS lainnya juga diteror, tetapi nomornya tak diretas.

Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Nimatul Huda yang sedianya menjadi narasumber diskusi juga diduga diteror dan diretas.

Sejak Jumat pagi kemarin, Tempo belum berhasil menghubungi Nimatul serta kedua mahasiswa narahubung panitia.

Zainal mengatakan para anggota panitia yang diteror masih menenangkan diri. Mereka juga belum memutuskan apakah akan menempuh langkah hukum atas ancaman dan peretasan.

"Kelihatannya masih cooling down dan mengumpulkan fakta," ucap Zainal. (*)

 Sumber : Tempo.Id /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 15:30:47 WIB

    Beredar Kabar WA Panitia Diskusi 'Pemberhentian Presiden' Diretas

    Beredar Kabar WA Panitia Diskusi 'Pemberhentian Presiden' Diretas HARIANHALUAN.COM - Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Sigit Riyanto mengaku mendengar kabar mahasiswanya yang menjadi panitia diskusi "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan.
  • Kamis, 21 April 2016 - 02:17:39 WIB
    Jelang Munaslub Golkar

    Mahyudin Keberatan Setor Rp20 Miliar ke Panitia

    JAKARTA, HA LUAN — Bakal calon ketua umum Partai Golkar Mahyudin merasa berkeberatan jika calon ketua umum Partai Golkar menyetor Rp20 miliar kepada panitia Munas Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang akan digelar pada M.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]