Waspada Gejala Baru Covid-19 pada Anak, Mirip MIS-C


Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:48:07 WIB
Waspada Gejala Baru Covid-19 pada Anak, Mirip MIS-C Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Di awal pandemi COVID-19, anak-anak disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terinfeksi virus corona. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan fakta bahwa tingkat penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia tergolong cukup tinggi sehingga harus membuat orang tua waspada.

Berdasarkan rilis resmi IDAI pada 18 Mei 2020, tak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap COVID-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, jumlah anak yang meninggal dunia dengan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 berjumlah 129 orang dari 3.324 anak yang dinyatakan sebagai PDP tersebut.

Tingginya kasus penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia juga dibenarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Hingga 28 Mei 2020, total anak-anak yang terpapar COVID-19 mencapai 5 persen dari total kasus yang dilaporkan ke pemerintah.

Dampak virus corona pada anak ternyata tak seperti dugaan awal. Pada awal Maret 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan gejala COVID-19 pada anak-anak tidak fatal seperti orang dewasa. Namun belakangan, mereka merevisi pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa gejala anak yang terinfeksi virus corona mirip dengan kondisi Multisystem Inflamatory Syndrome in Children (MIS-C).

MIS-C adalah kondisi ketika ada bagian tubuh anak yang meradang, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, hingga organ pencernaan. CDC menjelaskan virus corona memang ditemukan pada anak maupun orang dewasa yang menderita MIS-C.

Gejala MIS-C sendiri mirip dengan penyakit Kawasaki sehingga di awal kemunculannya, banyak laporan medis yang menyatakan demikian. Tanda-tanda infeksi virus corona pada anak tersebut adalah demam, sakit perut hingga diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah, dan merasa sangat lelah.

Dalam kasus yang parah, anak-anak yang terserang virus corona juga dapat memperlihatkan tanda kegawatdaruratan, seperti sesak napas, sakit perut parah, dan bibir serta wajah kebiruan. Jika sudah muncul tanda-tanda ini, segera bawa anak ke rumah sakit.

Anak-anak yang terinfeksi virus corona dengan gejala MIS-C bisa berujung pada komplikasi serius hingga kematian. Namun, sebagian besar anak bisa sembuh dengan pengobatan medis, terutama bila gejalanya ditemukan sejak awal. (*)

 Sumber : Tempo.Id /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 06:21:41 WIB

    Waspada, Jamur Enoki dari Korsel Picu Wabah Listeria, Amankah Indonesia?

    Waspada, Jamur Enoki dari Korsel Picu Wabah Listeria, Amankah Indonesia? HARIANHALUAN.COM - Jamur enoki kini jadi perhatian karena dikaitkan dengan wabah listeria di beberapa negara. Dikutip dari detik.com, Jumat (26/6/2020), di Amerika Serikat sudah ada empat orang yang meninggal dan 31 dirawat .
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 12:28:33 WIB

    Waspada DBD, IDI: DBD Bisa Perparah Kondisi Pasien COVID-19

    Waspada DBD, IDI: DBD Bisa Perparah Kondisi Pasien COVID-19 HARIANHALUAN.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengingatkan penyakit penyerta situasional seperti demam berdarah dengue (DBD) bisa memperparah kondisi pasien positif COVID-19 jika sampai terserang..
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 10:08:48 WIB

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung HARIANHALUAN.COM - Tidur yang terganggu bisa membuat frustasi, karena kita merasa lelah keesokan harinya. Namun, terjaga sepanjang malam pun dapat memiliki efek lebih serius dari sekadar kelelahan..
  • Jumat, 05 Juni 2020 - 13:21:00 WIB

    Saat di Rumah Aja, Waspada Tanda-tanda Stres Kronis Ini

    Saat di Rumah Aja, Waspada Tanda-tanda Stres Kronis Ini HARIANHALUAN.COM - Berada di rumah aja selama berbulan-bulan tentu bisa membuat Anda kewalahan. Apalagi ditambah dengan situasi pandemi virus corona Covid-19 seperti sekarang ini. Jika Anda merasa ada yang berubah pada tubuh .
  • Kamis, 28 Mei 2020 - 18:23:14 WIB

    WHO: Waspadai Puncak Kedua Pandemi Corona yang Lebih Bahaya

    WHO: Waspadai Puncak Kedua Pandemi Corona yang Lebih Bahaya HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti daerah dengan kasus infeksi virus corona menurun masih bisa menghadapi puncak kedua pandemi Covid-19 jika abai pada tindakan konkret pencegahan wabah. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]