Benarkah Obat Virus Corona COVID-19 Tersedia di Dapur?


Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:48:09 WIB
Benarkah Obat Virus Corona COVID-19 Tersedia di Dapur? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Klaim tentang obat virus corona COVID-19 tersedia di dapur masing-masing rumah beredar di media sosial. Klaim ini disebarkan akun Facebook Kang'to pada 27 Mei 2020.

Akun Facebook Kang'to mengunggah narasi berisi klaim tentang adanya obat penyembuh COVID-19 di dapur. Obat-obat tersebut di antaranya jeruk nipis, gula, dan air hangat. Selain itu ada juga aspirin dan paracetamol.

"Hindari Rumah sakitjika kalian sedang batuk,pilek, deman,anggap aja itu kalian kena covid, Obatnya gampang didapur banyak,

_jika batuk2 ambil jeruk nipis potong jadi dua peras dan masukkan ke air mendidih tambahkan gula sdikit, minum saat hangat2,

_Jika panas dan batuk beli obat Aspirin 100mg, dan parasetamol, dan minum vitamin atau banyak makan buah2an. jangan makan buah yg banyak getahnya, paling bagus jeruk dan Buah mengkudu,

3_Jika sesak nafas lakukan Nebul( caranya masak air saat air mendidih, uapkan hidung dan mulut diatas air mendidih tersebut ) Lakukan 2 kali sehari,

jangan pernah mau dirujuk ke RS kecuali sakit parah.

istirahat dirumah aja sampai bener2 sehat, bukan agak sehat tapi bener2 sehat,ingat COVID tdk sehebat sprti video2 viral yg bredar.

buang rasa takut pd covid jauh jauh, krn obatnya didapur sudah tersedia,

smoga bermanfaat, smoga masarakat +62 tambah pinter gak digoblok goblok sama Medsos, terutama video dr luar negri yg menakut nakuti masyarakat sedunia, tapi ingat jangan sampe meremehkan covid 19 tetap mengikuti protokol kesehatan.

insyaAllah tdk lama lagi smua akan terungkap, ada tujuan apa dibalik covid ini.

ingat Covid itu hanya penyakit batuk,pilek, Biasa,,,! Berpikir positif hilangkan rasa was was dan takut, itu akan menambah imun kita Naik.

slamat tinggal Covid,,,!," tulis akun Facebook Kang'to.

Konten yang disebarkan akun Facebook Kang'to telah 2 ribu kali dibagikan dan mendapat 4 komentar warganet.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tentang obat virus corona COVID-19 yang terdapat di dapur. Di antaranya jeruk nipis, gula, dan air hangat. Selain itu ada juga aspirin dan paracetamol.

Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "jeruk nipis virus corona". Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim bahwa jeruk nipis bisa menyembuhkan COVID-19.

Satu di antaranya artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Resep Lemon dan Teh Panas untuk Sembuhkan COVID-19 dari Palestina" yang dimuat situs Liputan6.com pada 10 April 2020.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih mengatakan bahwa mengonsumsi lemon dan teh panas dapat menyembuhkan virus corona COVID-19 belum terbukti.

"Belum ada bukti yang membenarkan hal tersebut," kata Faqih dikutip dari Liputan6.com, Jumat (10/4/2020).

Ditemukan juga artikel yang membantah klaim bahwa aspirin dan paracetamol bisa menyembuhkan virus corona COVID-19.

Adalah artikel berjudul "Antibiotika Bisa Obati Covid-19, Hoaks yang Mendunia" yang ditayangkan situs mediaindonesia.com pada 27 Mei 2020.

Lembaga kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) memastikan antibiotika hanya bisa digunakan untuk mengobati bakteri, bukan virus. Adapun covid-19 adalah virus.

Sehingga, antibiotika tidak bisa digunakan untuk pengobatan ataupun pencegahan virus mematikan tersebut. Pemberian antibiotika dalam perawatan pasien covid-19 hanya untuk mengobati dampak infeksi bakteri.

Sejauh ini, menurut WHO, belum ada obat yang dipastikan bisa mengobati covid-19. Termasuk, hydroxychloroquine atau obat lainnya. WHO mengingatkan, penggunaan hydroxychloroquine dapat menimbulkan efek samping hingga kematian.

Berdasarkan penelusuran FactRakers, konten yang menyatakan covid-19 disebabkan bakteri juga tersebar di tabloid dan Facebook di Filipina. Dalam kabar yang beredar di Filipina juga menuduh WHO melakukan penipuan.

Kesimpulan

Klaim tentang obat virus corona COVID-19 tersedia di dapur masing-masing rumah adalah tidak benar. Jeruk nipis, gula, air hangat, aspirin, dan paracetamol tidak terbukti bisa menyembuhkan COVID-19. (*)

 Sumber : Liputan6.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:28:55 WIB

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah? HARIANHALUAN.COM – Sayur bayam termasuk bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi. Melansir Health Line, sekitar 3,5 ons (100 gram) bayam mentah bisa mengandung 2,7 mg zat besi, yang merupakan 15 persen kebutuhan zat .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:33:31 WIB

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah?

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 memberikan dampak yang sangat luas, baik langsung maupun tidak langsung. Pemberlakuan lockdown dan berbagai pembatasan lain di berbagai belahan dunia juga berdampak pada kehidu.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:42:58 WIB

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah?

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Gula, meskipun rasanya enak, namun tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Meski begitu, ada alternatif yang lebih baik untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman..
  • Senin, 22 Juni 2020 - 07:40:04 WIB

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti HARIANHALUAN.COM - Teh dikenal sebagai minuman yang kaya manfaat kesehatan. Sebuah studi mengungkapkan, dengan rutin mengkonsumsi teh dapat membuat hidup lebih lama atau panjang umur. Apa benar?..
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 08:18:52 WIB

    Benarkah Serumah dengan Pasien Covid-19 Beresiko Tinggi Terinfeksi?

    Benarkah Serumah dengan Pasien Covid-19 Beresiko Tinggi Terinfeksi? HARIANHALUAN.COM - Virus corona memang menular melalui droplet atau percikan ludah yang mengandung virus. Itulah mengapa kontak dekat dengan penderita berisiko tinggi terinfeksi. Biasanya satu anggota keluarga yang terinfeksi.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]