Aksi Blokir Jalan Lintas Sarolangun, Kapolda Jambi Minta Warga Lakukan Ini


Ahad, 31 Mei 2020 - 09:36:23 WIB
Aksi Blokir Jalan Lintas Sarolangun, Kapolda Jambi Minta Warga Lakukan Ini Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi.

HARIANHALUAN.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi menyesalkan terjadinya aksi pemblokiran jalan lintas Jambi-Sarolangun yang terjadi pada Jumat (29/5/2020) kemarin. Aksi pemblokiran warga dipicu tewasnya warga Karmen Zainubi alias Nubi (37) saat dilakukan penangkapan oleh aparat

Nubi yang merupakan pelaku tindak pidana penggelapan menolak ditangkap, pelaku dan keluarganya malah berusaha merebut senjata anggota Polri, sehingga yang bersangkutan diambil tindakan terukur.

"Warga Karmen tidak perlu melakukan tindakan-tindakan lain, blokir jalan dan sebagainya, yang justru akan menimbulkan atau menambah kerugian banyak orang," kata Firman Shantyabudi, Sabtu (30/5/2020).

Warga Karang Mendapo (Karmen), Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangum diminta hentikan aksi pemblokiran jalan lintas Jambi-Sarolangun. Mereka diimbau bekerja sama untuk melayani masyarakat lain secara luas dengan membuka akses jalan.

Selain itu, Kapolda Jambi sangat prihatin kasus tewasnya warga Karmen menjadi pemicu aksi pemblokiran jalan. Dia menyebut, kejadian itu tidak perlu terjadi apabila tersangka dan keluarganya bersikap kooperatif terhadap pihak kepolisian.

Tersangka dan keluarganya harusnya mengikuti prosesnya, karena hak-hak tersangka juga dijamin Undang-undang. Warga diminta juga tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini, karena merupakan peristiwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Unit Polsek jajaran Polres Sarolangun.

"Kami prihatin dengan apa yang telah terjadi terhadap salah seorang warga Karmen saat peristiwa penegakan hukum," kata Kapolda Jambi.

Kapolres Sarolangun AKBP Deni Heryanto menyebutkan, penangkapan tersangka dilakukan karena yang bersangkutan merupakan pelaku tindak pidana penggelapan. Penangkapan didasarkan atas Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP. Kap/ 18/ V/2020/Reskrim.

Awalnya, Kanit Reskrim Polsek Pauh bersama sejumlah anggota sudah berhasil mengamankan tersangka. Tiba-tiba orang tua tersangka keluar dari rumah dengan membawa parang dan mengejar anggota yang melakukan penangkapan.

Tersangka juga berupaya merampas senjata laras panjang yang dibawa oleh salah seorang anggota Polsek Pauh. Melihat hal itu, anggota Polsek Pauh melepaskan tembakan peringatan agar tersangka menyerah.

Karena tidak diindahkan, anggota Polsek Pauh terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan melepaskan tembakan ke arah tersangka. "Yang bersangkutan sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan namun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit," kata Deni Heryanto. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]