Perantau Minang Zaman Digital, Emil Salim: Manfaatkan Teknologi Tidak Harus Berpindah


Ahad, 31 Mei 2020 - 10:20:05 WIB
Perantau Minang Zaman Digital, Emil Salim: Manfaatkan Teknologi Tidak Harus Berpindah Prof. Emil Salim

HARIANHALUAN.COM - Zaman dahulu merantau dilakukan dengan cara berpindah atau mengubah nasib ke daerah lain, beda halnya dengan sekarang cukup dari tempat masing-masing sudah bisa terhubung dengan fasilitas digital yang tersedia. Merantau zaman sekarang harusnya dengan sikap mengembangkan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang, tidak lagi merantau secara fisik.

Apalagi, Sumbar merupakan daerah yang dilalui matahari secara vertikal yang dilewati garis katulistiwa sehingga menyimpan banyak keanekaragaman hayati. Sumbar memiliki sumber daya alam yang besar, diperlukan masyarakat yang berilmu untuk memberikan nilai tambah pada alamnya.

"Banyak yang belum dikembangkan SDA-nya akibat ilmu pengetahuan masih minim," kata pria yang menduduki jabatan menteri terlama dalam sejarah Indonesia, Emil Salim pada Open Teleconference Dialog Internasional secara virtual, Sabtu (30/5/2020).

Dengan perkembangan teknologi, ke depannya masyarakat Sumbar harus memiliki otak dan fikiran yang berilmu. “Maka merantau yang saya usulkan adalah mencari ilmu, bukan dengan fisik tetapi dengan teknologi digital untuk manfaatkan keunikan Sumbar,” ujarnya.

Merantau dengan ilmu, maka tentunya akan berbeda dengan pola merantau sebelumnya, merantau sekarang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika masih diterapkan pola lama maka seseorang akan sulit beradaptasi dengan kemajuan teknologi karena semua yang dilakukan saat ini rata-rata melibatkan online.

Anak muda zaman sekarang tidak bisa dipaksakan dengan pemikiran para orang tua. Mereka harus menyesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. Maka tidak perlu dengan melakukan perjalanan fisik yang jauh cukup dengan menaklukan perkembangan teknologi.

"Hendaknya mulai dari sekarang dan kedepannya, mindset utama dalam merantau adalah mencari ilmu, membangun pola hidup yang baru, lewat teknologi kita bisa membagikan ilmu dan pemikirian ke seluruh pelosok tanah air," tutupnya pada diskusi yang diwadahi oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Bidang Adat, Budaya dan Agama dan Universitas YARSI ini. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]