Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Keberlangsungan Tenaga Kerja di Indonesia


Ahad, 31 Mei 2020 - 18:19:08 WIB
Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Keberlangsungan Tenaga Kerja di Indonesia Dosen Politeknik ATI Padang, Dr. Lisa Nesti, M.Si

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kependudukan LIPI berkolaborasi dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenaker dan Lembaga Demografi FEB UI yang dilakukan tanggal 24 April sampai 2 Mei 2020 terhadap 2.160 responden di 34 Provinsi di Indonesia, dimana hasil survey menyatakan beberapa fakta. Antara lain, terjadinya penghentian kegiatan usaha sebesar 39,4% akibat dampak Covid-19 terutama di sektor yang banyak menyerap tenaga kerja.

Oleh: Dr. Lisa Nesti, M.Si
Dosen Politeknik ATI Padang

Dengan kondisi ini dipastikan akan terjadi gelombang PHK sampai 50% dan apabila tidak ada alternatif pertumbuhan usaha di sektor lain maka akan mengakibatkan jumlah pengangguran akan bertambah dari jumlah yang sebelumnya ada. Hasil Survey berikutnya menyatakan bahwa 41% lapangan usaha yang diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari 3 bulan yakni sektor lembaga keuangan.

Karena pertumbuhan kredit mengalami kontraksi dan likuiditas yang terganggu dan Sektor yang sangat terpukul dengan pandemi Covid-19 adalah pariwisata dikarenakan konsekuensi social distancing. Imbasnya merembet ke industri perhotelan, restoran, retail, transportasi dan lainnya.

Hal tersebut jika tidak segera diatasi maka akan berdampak pada berkurangnya kesejahteraan tenaga kerja karena menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat sehingga daya konsumsi masyarakat dengan sendirinya akan turun, pada akhirnya berimbas pada stabilitas negara.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, pemerintah saat ini telah menjalankan beberapa kebijakan seperti memberikan stimulus kepada sektor usaha yang terdampak agar bisa bertahan berupa memberikan insentif pajak, stimulus Kredit Usaha Rakyat, pembebasan PPN Impor bahan baku untuk wajib pajak.

Sebagai rekomendasi tambahan penulis yakni perlunya mengevaluasi PSBB saat ini, dengan memperhatikan kepentingan ekonomi masyarakat tetapi tetap dengan pembatasan fisik dan mengkampanyekan protokol kesehatan baik kepada dunia usaha, kepada pekerja dan kepada masyarakat.

Selain itu Pemerintah bersama BUMN dapat mencari invetasi di sektor pertumbuhan ekonomi baru seperti sektor industri yang menunjang produksi alat-alat kesehatan (pembuatan APD), industri startup dan e-commerce yang erat kaitannya dengan teknologi Informasi, kreativitas dan inovasi digital.

Diharapkan dengan Industri baru tersebut dapat mengembalikan penyerapan tenaga kerja Indonesia menjadi kondisi normal dan meningkatkan pendapatan Negara disaat Pendemi Covid-19 ini untuk jangka pendek dan jangka panjang, karena kita tidak akan pernah tahu kapan Pendemi dunia ini akan berakhir. (**)

 Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]