Demo Kematian George Floyd Makin Panas, Sejumlah Wartawan Ditembak


Ahad, 31 Mei 2020 - 22:16:34 WIB
Demo Kematian George Floyd Makin Panas, Sejumlah Wartawan Ditembak Demo Kematian George Floyd berujung ricuh (AP/Rick Bowmer)

HARIANHALUAN.COM -- Berbagai awak media mendapatkan serangan, bahkan sampai ditangkap saat menyiarkan laporan langsung tentang aksi dan kerusuhan yang meluas di Amerika Serikat.

Setidaknya ada 6 laporan yang masuk sejak Jumat lalu, bahwa jurnalis terancam keselamatannya saat melakukan peliputan kerusuhan di Minneapolis, Washington DC, Louisville, dan di Las Vegas.

Insiden serangan dimulai pada hari Jumat lalu, yang menimpa awak media saat bekerja, dimulai dari penangkapan kru dari CNN di Minneapolis dan dua fotografer yang ditangkap di Las Vegas.

Keesokan harinya, jurnalis foto dari KDKA TV bernama Ian Smith. Ian mengaku diserang oleh para pengujuk rasa di pusat kota, di Pittsburgh. Ian menceritakan pengalamannya lewat sebuat cuitan di akun twitternya.

"Mereka menginjak dan menendang saya. Saya memar dan berdarah, tapi masih tetap hidup. Kamera saya rusak. Sekelompok pemrotes lainnya menarik saya keluar dan menyelamatkan hidup saya. Terima kasih!," ujarnya seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (31/5/2020).

Di Louisville, Kentucky, di mana para aksi masa menyerukan penanggungjawaban karena Polisi setempat telah menembak seorang wanita kulit hitam pada bulan Maret silam. Seorang reporter yang saat itu sedang melaporkan kejadian aksi protes, diserang oleh seorang petugas.

Diketahui reporter tersebut bernama Kaitlin Rust yang merupakan reporter dari WAVE 3 News, sebuah stasiun TV lokal. Bahkan siaran itu pun merupakan siaran langsung di tempat kejadian.

Seorang petugas menembakkan seperti bola merica kepada Kaitlin, "Siapa yang mereka tuju [serang itu]?," tanya seorang anchor, yang kemudian dijawab oleh sang reporter, "Kepada kami," jawab Kaitlin yang saat itu tengah bertugas.

Padahal saat itu, Kaitlin berserta juru kameranya telah bekerja secara legal sesuai dengan ketentuan yang ada. WAVE 3 News pun memberikan pernyataannya, bahwa tidak ada pembenaran bagi Polisi Louisville untuk melepaskan tembakan secara sembarangan, bahkan dengan bola merica kepada wartawan di mana pun, dalam situasi apapun.

Penasihat Khusus Kepolisian Metro Louisvolle, Jessie Halladay akhirnya mengeluarkan permintaan maaf kepada Kaitlin. Menurut Jessie berdasarkan video serangan langsung itu, memang seharusnya insiden itu tidak terjadi kepada Kaitlin.

Masih dari Louisville, sebuah stasiun TV lokal, WLKY menjadi sasaran para aksi massa. Kendaraan berita WLKY dihancurkan. Anchor Julie Dolan mengatakan, seorang jurnalis video diserang dengan sangat parah sehingga dia harus pergi ke UGD.

Banyak stasiun TV yang meminta agar penjaga keamanan swasta bisa ikut terlibat dalam mendukung kerja wartawan dalam peliputan. Kalau tidak, Julie khawatir kejadian bisa lebih buruk. "Situasi ini bisa jauh lebih buruk, jika tidak diamankan," kata Juli di akun twitternya.

Di Washington DC, kru Fox News dilecehkan dan diusir dari Lafayette Park, yang merupakan satu blok dengan Gedung Putih, Washington DC, pada Jumat malam. Video dari insiden itu memperlihatkan pengujuk rasa mengutuk Fox dan mengkritik Fox sebagai media pengkritik 'sayap kanan'.

Menurut Fox, korespondennya Leland Vittert dan juru kameranya Christian Galdabini ditinju dan dipukul dengan proyektil ketika mereka melarikan diri, dan kamera Fox News rusak ketika seorang anggota secara berkelompok berusaha untuk merebutnya.

CEO Fox News Media Suzanne Scott mengatakan dalam satu memo kepada CNN.com, pada Sabtu, bahwa perusahaan mengambil semua tindakan pencegahan keamanan yang diperlukan untuk melindungi semua jurnalis dan kru yang bertugas.

Wartawan di beberapa kota mengatakan mereka terkena gas air mata dan bahan-bahan lain yang digunakan untuk membubarkan massa. Di Minneapolis, fotografer dan penulis Linda Tirado mengatakan di Twitter bahwa dia buta di mata kirinya.

"Kami pikir terjadi adalah saya mengambil peluru karet ke wajah. Itu meledak di bola mataku, yang sekarang sudah berhasil diambil, namun tidak ada yang tahu apakah akan ada operasi lanjutan atau tidak. Saya tidak lagi bisa melihat dan petugas seperti tidak peduli dan tidak bijaksana," kata Linda di akun twitternya.

Di Denver, kru dari KMGH TV melaporkan dirinya dipukul dengan paintballs, dan gas airmata. Sementara di Phoenix, reporter Briana Whitney diganggu oleh seorang pemrotes ketika dia sedang melakukan siaran langsung di tempat kejadian.

"Saya dipegang oleh seorang pria ketika saya sedang melakukan siaran langsung di markas Phoenix PD. Saya merasa hak saya dilanggar dan ini menakutkan," ujarnya.

Di Las Vegas, dua jurnalis foto yang bertugas untuk meliput protes bahkan dibawa ke penjara oleh polisi pada Jumat Malam. Fotografer AFP, Brigdet Bennet mengatakan dirinya ditahan bersama dengan jurnalis foto lain yang sedang bertugas di lapangan. Bridget pun saat ini sudah bebas dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Sama seperti Bridget, Ellen Schmidt seorang jurnalis foto di Las Vegas Review-Journal juga ditangkap. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]