Siapa Gubernur Indonesia Sesungguhnya?


Selasa, 02 Juni 2020 - 11:44:45 WIB
Siapa Gubernur Indonesia Sesungguhnya? Pegiat Media Sosial, Yovaldri Riki Putra.

Dengan nafas yang berat, Inyiak Karni (Ilyas) membuka acaranya yang tidak biasa. Kebanyakan episodenya mengundang politisi nasional, namun pada pekan itu bintang tamu yang dihadirkan adalah gubernur-gubernur top di Indonesia. Di sini, publik secara tidak langsung dihadapkan pada pilihan siapa sebenarnya yang pantas menjadi Gubernur Indonesia.

Oleh: Pegiat Media Sosial, Yovaldri Riki Putra

Tidak cukup satu tulisan mengulas siapa sebenarnya yang layak dikatakan Gubernur Indonesia. Perspektifnya pun dapat beda-beda, indikatornya pun bisa beda-beda. Namun yang jauh lebih menarik, dua tokoh Sumbar punya pandangan berbeda tentang siapa yang layak jadi Gubernur Indonesia.

Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang, tidak dapat sembunyikan kekagumannya pada sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam sebuah acara diskusi, Mahyeldi dengan spontan menyapa Anies dengan sapaan Gubernur Indonesia.

Hubungan Mahyeldi dan Anies tampak seperti artis dan penggemar, mungkin ini seperti perasaan saya pertama kali bertemu group band Efek Rumah Kaca (ERK), penyanyi idola saya. Bawaannya pengen memuji-muji, biar mereka ingat dan berkesan kepada saya.

Namun, sapaan Mahyeldi tersebut sangat klise, sebuah lagu lama yang sudah sering didengar oleh Anies. Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN), Menpan-RB Tjahyo Kumolo, sampai Ketua PB NU Said Aqil Siraj pernah menyematkan sapaan yang sama kepada Anies. Bagi saya sebagai generasi milenial, pengkultusan adalah sesuatu yang menyebalkan.

Di sisi lain, tokoh muda Sumatera Barat Faldo Maldini menyematkan panggilan Gubernur Indonesia kepada Irwan Prayitno (IP), Gubernur Sumatera Barat, pemimpin kampung halamannya sendiri. Selama masa pandemi Covid-19 ini, dia menilai Gubernur IP punya andil yang sangat besar. Bahkan, Sumbar berhasil melakukan lebih dari seribu tes per hari, yang mana tidak ada daerah lain di Indonesia mampu melakukannya.

Selain itu, Faldo juga menilai IP bekerja dengan tantangan yang lebih besar. APBD Provinsi Sumbar digabungkan dengan semua uangnya kabupaten-kota belum sampai setengahnya APBD DKI Jakarta, yang nyaris mencapai 90 Triliun rupiah.

Faldo Maldini tampak berupaya memberikan dukungan kepada Pemprov Sumbar untuk melewati bencana ini. Dia ingin apa yang dilakukan oleh Gubernur IP menginspirasi seluruh kepala daerah di Indonesia. Maka, tidak berlebihan juga penilaian Faldo yang menyebut IP sebagai Gubernur Indonesia.

Kita bisa menilai sendiri, sapaan dari siapa yang lebih bermakna. Yang jelas, kita ingin Gubernur Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk negara kita, khususnya kampung halaman kita tercinta. (**)

 Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]