Pilgub Sumbar 2020, Pengamat: Nasrul Abit Diunggulkan, Semua Calon Berpotensi Menang


Rabu, 03 Juni 2020 - 00:13:58 WIB
Pilgub Sumbar 2020, Pengamat: Nasrul Abit Diunggulkan, Semua Calon Berpotensi Menang Pengamat Komunikasi dan Politik Universitas Andalas (Unand), Najmuddin M Rasul.

HARIANHALUAN.COM -- Potensi Calon Gubernur (Cagub) Sumbar, Nasrul Abit memborong suara pemula dan masyarakat miskin di provinsi itu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dinilai terbuka lebar. Nasrul Abit yang saat ini merupakan Wakil Gubernur Sumbar menjadi salah satu magnet untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Hal itu diungkapkan Pengamat Komunikasi dan Politik Universitas Andalas (Unand), Najmuddin M Rasul. Dia mengatakan, saat ini yang perlu dipahami bahwa belum ada kepastian pasangan cagub Sumbar. Bahkan antara partai politik dengan partai politik yang lainnya belum ada yang deal. Lantas, siapa yang berpotensi menduduki kursi Sumbar 1, menurut Najmuddin semua kandidat memiliki peluang.

"Misalnya Nasrul Abit karena saat ini menjabat Wakil Gubernur. Begitu juga Fahkrizal yang sebelumnya mantan Kapolda Sumbar," ujar Najmuddin saat dihubungi Harianhaluan.com.

Kendati demikian, kata Najmuddin, kini yang menjadi persoalannya adalah sejauh mana mereka menguasai medan pertempuran. Artinya, apakah mereka memiliki mapping pemilih. Jika di cluster dari sisi demokrafi, berapa persen jumlah kategori pemula (muda, milenial, senior).

"Sedangkan dari sisi wilayah, Sumbar bisa dibagi dua antara utara dan selatan. Ini harus menjadi perhitungan bagi pasangan calon," sebut Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan itu.

Lalu kata Najmuddin, yang perlu diperhitungkan adalah paslon harus memahami angka kemiskinan di Sumbar. Biasanya ini turut memenangkan seorang ketika menyasar ke masyarakat kurang mampu di provinsi ini. Pasalnya, potensi kemenangan ini adalah pemilih pemula dan masyarakat miskin.

"Sekarang sejauh mana kandidat cagub menguasai medan pertempuran itu. Karena dari segi potensi mereka semuanya menguasai. Mulyadi juga berpotensi karena Anggota DPR RI," tutur Najmuddin.

Jika melihat sipak terjang dengan menyasar pemilih pemula dan masyarakat miskin, Najmuddin berpendapat Nasrul Abit lebih mengakar ke arah sana, disamping beliau seorang incumbent. Dalam teori komunikasi politik, kata dia, jika seorang incumbent kalah bisa diartikan dia tidak bekerja selama 5 (lima) tahun.

"Kalau dia menang periode kedua hal biasa. Kini apakah kandidat yang lain itu bisa membaca sisi lemah pak Nasrul Abit. Kekuatan mereka di sana untuk meraih suara sebanyak-banyaknya," tukasnya.

Terpisah, Pengamat Politik Unand, Asrinaldi berpendapat, bahwa yang berhak merebut kursi Sumbar 1 harus memikiki beberapa indikator. Salah satunya, harus mempunyai basis massa. Hal ini tentu dimiliki oleh kepala daerah. Rata-rata yang maju saat ini juga merupakan kepala daerah, kecuali Audy Joinaldy.

"Nasrul Abit, Indra Catri, Genius Umar, Mahyeldi, Ali Mukhni, ini semua adalah kepala daerah. Mulyadi walaupun tidak kepala daerah tapi dia punya basis massa karena sudah tiga kali periode anggota dewan dan terpilih terus," ucap Asrinaldi.

Dengan begitu, Asrinaldi menilai peluang meraih suara masyarakat itu sama. Saat ini yang perlu bagaimana trik mereka dalam meningktkan elekstabilitasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]