Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Jembatan di Padang Pariaman


Rabu, 03 Juni 2020 - 12:56:57 WIB
Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Jembatan di Padang Pariaman Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu Abdul Kadir Jailani, SIK.

HARIANHALUAN.COM -- Pihak Polres Padang Pariaman lakukan penyelidikan terhadap peristiwa ambruknya jembatan Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, saat dilakukan pembongkaran hingga menimbulkan lima korban.

"Kami melakukan tindak lanjut atas kejadian itu, untuk mengetahui penyebab terjadinya persitiwa tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu Abdul Kadir Jailani, SIK di Padang Pariaman, Rabu (3/6).

Ia mengatakan setelah melakukan evakuasi terhadap korban, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP), dan serta juga meminta keterangan awal terdap saksi yang ada di lokasi.

"Kami telah buatkan Laporan Polisi nya, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan saksi," katanya

Abdul juga menyampaikan, dalam perkara ini pihaknya akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait dalam peristiwa ini, mulai dari pihak yang mengerjakan, pengawas, serta dinas terkait dalam proyek tersebut.

"Kita akan memeriksa apakah pengerjaan proyek itu telah sesuai dengan SOP atau tidak. Mulai hari ini kami akan melakukan pemanggilan para saksi guna mengumpulkan bukti dari peristiwa tersebut," ujarnya.

Data yang berhasil dihimpun ada empat korban yang mengalami luka berat yakni, Adek (35) warga Korong Buayan, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai sebagai pekerja dengan kondisi luka berat. Kemudian, Pen (45) warga Korong Silisian, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai dengan kondisi Luka Berat.

Korban luka berat lainnya yakni David (30) warga Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dan Edo (28) warga Kayu Gadang, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung. Dan seorang lagi meninggal atas nama Haibul Rasyid Hasibuan (27), warga Padang Sidempuan, Sumatra Utara.

Sebelumnya, kronologis ambruknya dimana jembatan tersebut dibongkar karena akan dilakukan pembangunan jembatan permanen dengan nilai kontrak sekitar Rp22 miliar yang dananya dari pemerintah pusat. Itu merupakan jembatan sementara, dan ambruk ketika pekerja hendak membongkar.

Dimana pembangun jembatan tersebut maka pihak kontraktor membongkar jembatan darurat yang dibangun pada akhir 2017 serta sisa jembatan yang lama.

Salah satu sisi jembatan sudah selesai dibongkar. Namun, saat pekerja melanjutkan membongkar sisa jembatan di sisi lainya jembatan itu ambruk saat pengerjaan. Pihaknya saat ini sedang mengkaji penyebab ambruknya jembatan yang sedang dibongkar tersebut.

Jembatan ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif menuju venue utama kegiatan Musabaqah Tilawatu Quran (MTQ) yang akan dilaksanakan tahun ini di Stadion Utama Sumbar. (*)

Reporter : Yuhendra /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]