Tak Disangka, Sukses Pengusaha Basrizal Koto Berawal Keberanian Merantau di Usia 11 Tahun Menjadi Kernet Angkot Sambil Jualan Petai


Rabu, 03 Juni 2020 - 14:13:55 WIB
Tak Disangka, Sukses Pengusaha Basrizal Koto Berawal Keberanian Merantau di Usia 11 Tahun Menjadi Kernet Angkot Sambil Jualan Petai Basrizal Koto.

HARIANHALUAN.COM -- Basrizal Koto atau yang lebih dikenal Basko merupakan salah satu pengusaha kenamaan asal Sumatera Barat (Sumbar). Pria yang lahir di Pariaman tahun 1959 ini merupakan pebisnis yang memiliki bergerak di bidang percetakan, media, peternakan, hotel, properti, bahkan pertambangan.

Walupun sukses di bidang bisnis yang digelutinya, Basko sempat berada di titik nol kehidupannya. Bahkan, dirinya tidak sampai menyelesaikan pendidikannya. Dirinya memutuskan untuk merantau dan memulai karir sebagai seorang penjual petai.

Basko melalui live Instagram Harianhaluan.com pada Senin (1/6) membeberkan tips khusus dirinya dalam mencapai kesuksesan. Nah, awal pertama kali Basko memang tidak menamatkan sekolah tapi ia memiliki kemauan dan motivasi yang kuat. Kata dia kenapa tidak menamatkan sekolah bukan karena tidak memiliki pemikiran yang kuat untuk sekolah tapi ia tidak bisa menempuh pendidikan yang tinggi karena kemiskinan.

"Dulu diumur saya 5 tahun sudah menyadari bahwa keluarga saya berbeda dengan yang lainnya. Sehabis Magrib biasanya keluarga yang lain berkumpul dan makan malam tapi Amak saya tidak. Beliau pergi ke rumah-rumah tetangga untuk mengambil upah. Saat itu Amak mengayam tikar dan saat pagi hari Amak mengambil upah dari menumbuk padi. Sehingga semua itu memberikan saya motivasi untuk berjuang lebih keras.

Ia bercerita dirinya dulu mengawali karir sebagai seorang remaja yang menjual petai ke rumah makan padang di Riau. "Saya hanya menempuh pendidikan hingga kelas 5 SD saja, tapi keterbatasan pendidikan sejatinya bukanlah menjadi penghalang dan alasan untuk tidak meraih kesuksesan. Masa kecil yang serba kekurangan memaksa saya bekerja keras dan bertekad kuat mengubah nasib. Pandangan yang selalu optimis membuat saya tak segan mencoba berbagai pengalaman baru," katanya.

Salah satu sifat baik yang ia terapkan di dirinya yaitu terampil berkomunikasi, jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawa kesuksesan untuk menaklukkan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang.

Saat berniat merantau ke Pekanbaru, ia meminta izin pada Amak demi mengubah nasib. Ada satu momen yang membuat dirinya bisa memiliki pikiran untuk menumpaskan kemiskinan. Uniknya, saat ingin ke Pekanbaru dirinya tidak memiliki uang untuk membayar ongkos hingga ide gila keluar dari otaknya.

"Dulu pas pulang sekolah saya dengar dari balik pohon kelapa Amak meminjam beras tapi tidak diberikan. Malah disuruh makan batu, di sana saya tersentak dan bertekad akan merantau dan mengubah nasib. Pas mau berangkas saya minta salah seorang penumpang untuk mengatakan ke kenek bahwa saya anaknya supata tak bayar tiket," katanya sambil tertawa mengenang saat itu.

Di dalam diri selalu ia tekankan tidak ada dendam tapi perkataan tersebut namun menjadikannya titik awal diri untuk berkembang. Basko bertekad jika sukses nanti maka orang yang menyuruh Amak memberikan makan batu akan dinaikkan nya haji. Hingga tahun 1990-an dirinya berhasil di bisnis dan menaikan haji orang tersebut. Selain itu Basko juga diberikan petuah oleh Amak jika merantau harus bisa membawakan diri dan jangan merokok.

Kemudian, bagi anak muda milenial yang ingin juga sukses seperti dirinya harus memperbanyak belajar hal baru, latih skill, ketika ada kesempatan manfaatkan sebanyak mungkin. Jangan malu dengan keadaan minta restu orang tua dan terus bekerja keras.

"Saya percaya bahwa niat baik dan keberanian merupakan modal utama dalam meraih kesuksesan. Seperti yang telah saya sampaikan tadi, kita tidak perlu malu memulai bisnis, apapun itu selama halal dan berkah, harus kita raih. Jika ada kesempatan pekerjaan dan peluang mengembangkan diri, jangan takut apalagi malu. Saya percaya segala yang saya miliki adalah amanah, hasil kerja keras dan ridha Allah. Ini mengapa saya percaya mengembangkan bisnis sembari berbagi ilmu merupakan bentuk terima kasih saya pada masyarakat," pesannya.

Selanjutnya, sikap yang harus dimiliki anak muda lainnya adalah lebih kearah bagaimana pola berpikir untuk menghadapi ini, anak muda diharapkan bisa berpikir solusi apa yang bisa dibuat di tengah kondisi ini, dan salah satu skillnya yaitu “ADAPTIF”. Selain itu juga harus punya skill untuk terus berubah, terus belajar dan terus berkembang, karena di era sekarang tanpa itu akan punah. Namun kunci untuk bisa adaptif adalah = eksplorasi (upaya mencari dan belajar).

Karakter utama adalah EKSPLORE, menurut Basko anak muda perlu terus mengekslpore apapun, tentang apa yang ingin dipelajari, apa yang sedang ditemukan, ataupun masalah-masalah yang ingin dipecahkan. Eksplore adalah terus mencari, terus menguji, terus mencari solusi. Jika ada kesempatan pekerjaan dan peluang mengembangkan diri, jangan takut apalagi malu.

"Saya berharap apa yang disampaikan hari ini akan bermanfaat bagi kita semua. Tidak hanya bagi netizen, tapi juga pribadi saya. Dengan segala kerendahan hati saya ucapkan terima kasih. Semoga kita bisa berjumpa di lain kesempatan. Salam, Basrizal Koto," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]