Protes BLT, Ratusan Massa Rusak Kantor Walinagari Sontang Cubadak


Rabu, 03 Juni 2020 - 15:42:14 WIB
Protes BLT, Ratusan Massa Rusak Kantor Walinagari Sontang Cubadak Kondisi Kantor Walinagari Sontang Cubadak, di Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, usai dirusak massa.

HARIANHALUAN.COM -- Ratusan massa merusak kantor Walinagari Sontang Cubadak, di Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Rabu (3/6). Aksi anarkis massa ini buntut dari ketidakpuasan mereka terhadap pendataan penerima BLT dampak Covid-19.

Pantauan harianhaluan.com, aksi massa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya, ratusan massa menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib. Namun, ketidakhadiran walinagari Sontang Cubadak, Hendra di kantor tersebut membuat massa mulai tersulut emosi.

Tanpa dikomando, massa pun mulai melakukan pengerusakan. Kaca jendela kantor walinagari setempat dipecah, menggunakan tongkat dan batu. Pagar juga dirusak. Sejumlah personel kepolisian yang melakukan pengawalan pun tak bisa berbuat banyak.

Massa menuntut pendataan penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di nagari itu segera diperbaiki. Menurut mereka, penyaluran dana BLT di nagari itu tidak tepat sasaran.

Pasalnya, masih banyak warga seharusnya lebih berhak menerima bantuan sosial tapi luput dari pendataan pihak pemerintah nagari setempat.

"Kami menuntut Walinagari Hendra, bertanggung jawab soal ini. Kami meminta pendataan diulang dan dilakukan dengan transparan. Jangan orang-orang tertentu dan dekat dengan pak wali saja yang dapat BLT. Sementara yang miskin dan berhak dapat, tidak kebagian," ucap salah seorang massa aksi.

Ia mengatakan, aksi massa ke kantor Walinagari Sontang Cubadak itu dilakukan secara spontan oleh warga. Protes terkait penyaluran BLT sudah kali kedua terjadi di nagari itu.

"Aksi kami ini adalah aksi yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada bulan puasa kemarin, saat pembagian BLT Dana Desa, kami juga sudah melancarkan aksi protes. Namun, tidak diindahkan oleh pak wali," ujarnya.

Kapolsek Panti, Iptu Edwin menyanyangkan penyampaian aspirasi oleh warga setempat berujung anarkis. Ia mengatakan, protes massa dipicu oleh pendataan penerima BLT di nagari pecahan Kecamatan Panti itu.

"Patut disayangkan. Sebenarnya kan semua persoalan bisa dibicarakan, bisa kita musyawarahkan baik baik. Tidak harus lewat kekerasan atau anarkis seperti ini. Kantor Walinagari dirusak, ini kan simbol negara," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan proses penyelidikan terhadap pelaku pengrusakan kantor tersebut. Sebab, kata dia, pengerusakan kantor Walinagari termasuk perbuatan melanggar hukum dan aturan perundang-undangan.

"Kita akan proses, karena itu sudah merusak lambang pemerintah dan fasilitas umum. Perbuatan itu bisa dijerat hukum. Pak Wali juga akan melaporkan para pelaku pengerusakan kantor itu," ucapnya.

Kapolsek Panti ini menyebutkan bahwa pihaknya bersama Camat, Walinagari serta unsur terkait lainnya sedang melakukan rapat internal guna menyikapi aksi protes massa yang berujung anarkis tersebut.

"Saya masih di Kantor Walinagari, bersama pak Camat, Walinagari, Kasatpol PP, Kasat Intel Polres. Kami sedang rapat terkait hal ini," imbuhnya.

Sementara, Walinagari Sontang Cubadak, Hendra belum bisa dihubungi oleh harianhaluan.com, untuk dimintai konfirmasi terkait aksi protes massa hingga berujung anarkis. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]