Terdampak Covid-19, Pedagang Palai Bada Terima Bantuan Program Sahabat UMI


Rabu, 03 Juni 2020 - 16:26:18 WIB
Terdampak Covid-19, Pedagang Palai Bada Terima Bantuan Program Sahabat UMI Amak Syaftimar, salah seorang warga yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Amak Syaftimar, salah seorang warga yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, terus berupaya bertahan hidup ditengah pandemi yang membuat perekonomiannya kian terpuruk.

Oleh: Yessi Swita

30 tahun lebih Amak Syaftimar berjualan ikan palai bada. Sebelumnya Amak Syaftimar berjualan dengan cara dijajakan dari rumah ke rumah. Namun akibat Pandemi Covid-19 ini Amak Syaftimar harus berjualan didepan rumah saja. Akibatnya penghasilannya pun menurun drastis hingga 50% dari biasanya.

Setiap pagi, Amak (sapaan akrabnya) harus pergi ke pasar dan membakar palai bada untuk dijual. Amak memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan bakar agar semakin menambah cita rasa masakannya. Baginya, aroma asap pembakaran dari sabut kelapa yang mengepul setiap hari sudah menjadi biasa.

Di usianya yang sudah cukup lanjut, wanita berusia 67 tahun ini tetap harus berjuang untuk keluarga dan juga cucunya yang sudah yatim.

Kisah Amak Syaftimar hanyalah segelintir cerita masyarakat yang kini harus mengalami kelumpuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19, seperti terlilit utang, kehilangan modal, sampai harus gulung tikar.

Menyikapi kondisi Amak Syaftimar, untuk terus membersamai saudara-saudara yang terdampak pandemi dalam aspek sosial dan ekonomi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) dengan untuk menumbuhkembangkan Usaha Mikro dengan dana sedekah dari para donatur.

Sahabat UMI merupakan sedekah modal kerja yang dikhususkan bagi pelaku usaha Perempuan pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling yang terdampak pandemi Covid-19. Terealisasinya program ini dilandaskan oleh beberapa fakta yang terjadi di lapangan.

Beberapa usaha yang akan dibantu Sahabat UMI harus memenuhi kriteria yang dijelaskan oleh Zeng Wellf, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Padang.

“Para pemilik usaha harus memenuhi kriteria diantaranya penggerak usahanya adalah perempuan dari keluarga prasejahtera dengan skala rumahan atau pedagang keliling, modal usaha di bawah Rp 1juta, produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan), tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya, tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya, dan tidak menggunakan dana tambahan modal untuk kebutuhan pribadi,” ungkap Zeng Wellf.

Seluruh bantuan modal ini akan menjadi bantuan terbaik untuk para Ibu yang berjuang menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menghidupkan sektor usaha mikro.

"Semoga ikhtiar ini menjadi bentuk tanggung jawab dan kontribusi sosial sahabat kepada masyarakat demi mengembalikan perekonomian bangsa," tutup Zeng. (*)

Reporter : Yessi Yeswita /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]