Patok Tarif Selangit, Biaya Masuk Pesantren Modern di Sumbar Capai Tiga Kalilipat Masuk Kuliah


Kamis, 04 Juni 2020 - 20:57:24 WIB
Patok Tarif Selangit, Biaya Masuk Pesantren Modern di Sumbar Capai Tiga Kalilipat Masuk Kuliah Dok tribunpadang

HARIANHALUAN.COM - Beberapa Pondok Pesantren terutama pesantren konsep modern di Sumatra barat mematok tarif fantastis dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Tarif masuk tersebut nencapai belasan juta rupiah, kemudian di tambah biaya bulanan juga di atas  satu juta rupiah. Jumlah tersebut jelas jauh lebih besar dari biaya masuk perguruan tinggi. 

Informasi mengenai tarif masuk Pondok Pesantren didapatkan Harianhaluan.com dari calon orang tua santri yang hendak melanjutkan pendidikan anaknya kesana.

Beberapa orang tua kepada harianhaluan.com, Kamis (4/6) mengaku heran dengan pengelola yayasan terkait besarnya jumlah biaya masuk dan biaya bulanan di pondok pesantren tersebut.

Sebagian mereka ada yang meneruskan niatnya karena merasa mampu, meskipun berpikir berulang kali. Sebagian ada yang mengurungkan niatnya, karena khawatir tak sanggup biaya bulanan yang cukup besar diatas Rp1 juta tersebut.

"Ini pondok pesantren niatnya mau bisnis atau yayasan yang betul-betul untuk pendidikan anak bangsa," keluh salah seorang orang tua calon santri yang enggan ditulis namanya. 

Meski mengeluh, dia tetap melanjutkan niatnya menyekolahkan anak ke pondok pesantren. "Mudah-mudahan saya mampu. Kalau tidak sanggup, terpaksa nanti saya pindahkan anak saya ke sekolah yang sanggup kami bayar nanti," ujarnya menambahkan.

Dari brosur yang beredar di tengah-tengah masyarakat, SMP IT Mutiara (Boarding School) misalnya, biaya tarif pendidikan bagi siswa yang lulus di sekolah ini mencapai Rp 9,8 juta, dengan rincian biaya diantaranya, Infaq pembangunan tahap satu yang dibayarkan saat daftar ulang calon siswa sebesar Rp 2 juta. Kemudian infaq pembangunan tahap dua sebesar Rp 1,8 juta, pembayaran Infaq tahap dua ini dibayarkan pada awal semester dua.

Rincian dana lain pada SMP IT Mutiara seperti orientasi siswa, kegiatan kesiswaan, kesehatan, perlengkapan asrama, sewa dipan, seragam lengkap dengan rincian, biaya pendidikan (sekolah dan asrama), acara parenting, wisata edukatif dan Qardul Hasan.

Sekolah selanjutnya yakni Perguruan Thawalib Padang Panjang, biaya pendidikan sekolah ini sebesar Rp 10,48 juta bagi Mts Thawalib Putri dan Rp 10,98 juta bagi MA-KUI Thawalib Putri. Tarif tersebut meliputi uang pangkal, uang prasarana, uang kelengkapan asrama, uang seragam, uang kegiatan ekstra, uang SPP belajar, uang katering, uang asrama dan uang laundry.

Kemudian Pondok Pesantren Madinah, SMP Al Madinah Islamic Boarding School, bagi calon siswa Pondok Pesantren ini membutuhkan biaya pendidikan sebesar Rp 13,75 juta bagi Putra dan Rp 14,15 juta bagi Putri, dengan rincian, Infaq pembangunan, Infaq bulanan, seragam sekolah, buku pelajaran, kasur, lemari, raport dan lainnya.

Terakhir, Pondok Pesantren Nurul Yakin Ambung Kapur, Padang Pariaman. Bagi calon siswa yang ingin masuk ke pesantren ini, setidaknya menyiapkan uang sekitar Rp 10,2 juta dengan rincian, uang pembangunan, bulanan Juli, pakaian lengkap seperti, dua stel baju putih dongker, satu stel baju pramuka, satu stel baju batik, satu stel baju olahraga dan satu helai baju jumat, serta biaya lain yakni uang Osis dan Pramuka untuk satu tahun, uang LKS 10 mata pelajaran, uang kesehatan satu tahun, uang foto dan rapor.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kanwil Kementrian Agama Sumbar, Yosef Chairul yang dikonfirmasi harianhaluan.com terkait biaya pendidikan yang bertarif selangit itu, membenarkan bahwa Pondok Pesantren merupakan lembaga yang dikelola sepenuhnya oleh masyarat melalui yayasan.

Mengenai biaya, diatur seluruhnya oleh Pondok Pesantren yang bersangkutan. Setiap sekolah keislaman yang diatur yayasan, memiliki biaya berbeda tergantung fasilitas dan layanan pendidikan yang diberikan kepada santri.

"Perbedaan jumlah biaya setiap pesantren diatur oleh pondok yang bersangkutan. Namun biaya tidak selalu dikeluarkan sebanyak itu, karena ada yang bersifat kelengkapan asrama mungkin sekali pembayaran, ada juga biaya yang dikeluarkan setiap bulan," kata Yosef.

Namun, beberapa pesantren menerapkan potongan khusus biaya PPDB, contohnya Perguruan Thawalib Padang Panjang yang memiliki potongan tarif bagi santri asal Padang Panjang dan Batipuh X koto, serta bagi calon santri yang hafal enam jus Alquran, memiliki prestasi akademik, fakir miskin dan anak yatim.

"Selain potongan juga ada beasiswa, seperti Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang memberikan beasiswa bagi penghafal Alquran sesuai jumlah Jus yang dihafalnya, begitupun dengan beberapa pondok lainnya," tutup Yosef. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]