Jenazah Pasien Corona Dibawa Kabur, Pangdam Ingin Ada Efek Jera


Sabtu, 06 Juni 2020 - 13:30:49 WIB
Jenazah Pasien Corona Dibawa Kabur, Pangdam Ingin Ada Efek Jera Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka (kiri) bersama Bupati Gowa

HARIANHALUAN.COM - Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Percepatan Penanggulangan Covid-19 Sulawesi Selatan, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menyesalkan insiden satu jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Rumah Sakit Dadi Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diambil paksa oleh pihak keluarganya dengan membawa senjata tajam.

Aksi ini dilakukan lantaran keluarga pasien menolak anggota keluarga mereka yang meninggal akan dimakamkan dengan standar Covid-19. Mereka menerobos masuk ke ruang ICU dan mengambil paksa jenazah yang telah dibalut kain.

"Kami ingin mengimbau masyarakat kalau itu terus dilakukan tidak bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Mayjen Andi sdilansir dari tvOne, Sabtu, 6 Juni 2020.

Menurut Andi, pasien berstatus PDP itu dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2020, pukul 09.15 Wit. Pihak rumah sakit langsung berkoordinasi dengan gugus tugas kabupaten dan provinsi untuk melakukan prosedur protokol kesehatan terhadap jenazah pasien corona.

"Ini prosedur yang ada di rumah sakit, karena ada gejala dia meninggal baru diambil swab. Hasilnya belum ada tapi keluarga ambil paksa," ujar pria yang juga menjabat Pangdam XIV Hasanuddin.

Pihaknya masih mengevaluasi insiden tersebut. Dari hasil koordinasi dengan Kapolda dan Gubernur Sulsel, pengamanan di rumah sakit rujukan Covid-19 akan diperketat agar tidak terulang di kemudian hari.

"Kedepan, kita siapkan personil TNI-Polri di dekat rumah sakit rujukan, kalau ada kasus kematian bisa langsung ada di rumah sakit, sampai menunggu datangnya gugus tugas untuk melakukan pemakaman sesuai standar covid," paparnya.

Sementara itu, soal adanya salah seorang keluarga pasien yang membawa senjata tajam untuk mengancam petugas rumah sakit, Andi menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas. "Kita lihat nanti, ini upaya bagian kita memberikan efek jera, sehingga kejadian ini tidak boleh terulang," tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video  viral saat salah satu jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Rumah Sakit Dadi Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diambil paksa oleh pihak keluarganya dengan membawa senjata tajam.

Keluarga pasien yang mengetahui jenazah akan dikuburkan secara protokol Covid-19 pun kemudian emosi, hingga menerobos dan membawa paksa jenazah sambil membawa-bawa senjara tajam. (*)

 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]