Lima Mitos Ini Dipercaya Mencegah Covid-19, Padahal Faktanya?


Sabtu, 06 Juni 2020 - 23:05:21 WIB
Lima Mitos Ini Dipercaya Mencegah Covid-19, Padahal Faktanya? ilustrasi obat herbal

HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 memang sudah berlangsung hampir setengah tahun. Lamanya waktu tersebut harusnya sudah membuat masyarakat mengenal bagaimana virus SARS CoV 2 menginfeksi dan bagaimana cara melawannya. Tapi sayangnya, hingga kini masih ada saja mitos yang beredar dan itu keliru, tapi masih sangat dipercayai masyarakat.

Berikut 5 mitos Covid-19 yang banyak dipercaya masyarakat mengutip Medical News Today, Sabtu (6/6/2020).

1. Vitamin D mencegah infeksi
Hal ini berangkat dari makalah penelitian yang kontroversial dalam jurnal Aging Clinical and Experimental Research. Peneliti berhipotesis bahwa suplemen vitamin D bisa melindungi dari Covid-19, tapi sayangnya tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu. Kemudian bukti bantahan dikemukakan oleh peneliti dari Centre for Evidence Based Medicine University of Oxford Inggris yang menyimpulkan tidak menemukan bukti klinis tentang vitamin D mencegah dari Covid-19.

2. Zinc Menghentikan virus
Kali ini hipotesis dari peneliti asal Rusia, Jerman, dan Yunani yang melihat kemungkinan zinc bisa digunakan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan untuk Covid-19. Penelitian itu dipublikasi dalam International Journal of Molecular Medicine. Meski saat diteliti pada hewan berhasil, namun peneliti mengakui kurangnya bukti klinis aktual atau ujicoba pada manusia bahwa zinc bisa menghentikan virus SARS CoV 2.

3. Vitamin C bisa melawan SARS CoV 2
Vitamin ini jadi sorotan, lantaran sebagai nutrisi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salahnya banyak yang percaya bahwa vitamin ini bisa mencegah bahkan menyembuhkan flu ringan maupun berat. Tapi bukti keefektifan vitamin C untuk mengobati dan mencegah pilek karena influenza masih terbatas dan sering bertentangan dengan hasil. Catatannya tipe vitamin IV C memang bisa meringankan gejala Covid-19 parah, tapi vitamin C biasa yang ada di pasaran tidak sama dengan yang dipakai pengobatan, dan ini harus melalui resep ketat dari dokter. 

4. Diet Keto Bisa Sembuhkan Covid-19
Diet keto dikenal dengan diet tinggi lemak dan rendah karbohirat ini juga menjadi sorotan dalam penanganan Covid-19. Ini mungkin karena beberapa bukti menunjukkan diet keto bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Namun banyak buktinya didasarkan pada ujicoba untuk hewan bukan manusia. Tapi memang ada bukti diet keto bisa membuat seseorang memiliki efek samping meningkatkan kolesterol, flu, sakit kepala, mual, dan tekanan darah yang berubah.

5. Obat herbal membantu pengobatan
Ini mungkin didasarkan pada pernyataan yang dikeluarkan pejabat China pada April 2020, yang menunjukkan obat herbal bisa mengobati Covid-19, seperti yang dilaporkan The Lancet pada 15 Mei 2020. Padahal peneliti Yichang Yang, Departemen Pengobatan Tradisional Tiongkok RS. Afiliasi Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, Hangzhou China memperingatkan jika obat herbal meskipun bernama resmi China bisa memiliki risiko yang tidak terduga, dan tidak seefektif yang di klaim banyak orang, bahkan bukti percobaan pada manusia sangatlah terbatas. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]