Tahun Ajaran Baru, Kemendikbud: Prioritas Kami Tetap Kesehatan dan Keselamatan Warga Sekolah


Ahad, 07 Juni 2020 - 13:47:48 WIB
Tahun Ajaran Baru, Kemendikbud: Prioritas Kami Tetap Kesehatan dan Keselamatan Warga Sekolah Ist

HARIANHALUAN.COM -- Hingga kini, tahun ajaran baru 2020/2021 masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Sebab, tahun ajaran baru kali ini berada dalam masa pandemi Covid-19.

Tetapi sesuai dengan kalender akademik, tahun ajaran baru akan segera dimulai sesuai dengan jadwal yang ditetapkan seperti tahun sebelumnya yakni pada Minggu ke-3 Juli 2020.

Hanya saja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 akan dimulai pada pertengahan Juli 2020.

Namun dalam pelaksanaannya, tahun ajaran baru ini tidak sama dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

"Tentunya yang menjadi prioritas kami adalah kesehatan dan keselamatan warga sekolah," ujar Kepala Biro Kerja sama dan Humas Kemendikbud, Evy Mulyani dikutip dari Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Menurut Evy, warga sekolah itu antara lain siswa, guru, dan orang tua. Terkait pembukaan kembali sekolah di wilayah zona hijau tidak serta merta dibuka, tetapi akan dilakukan dengan sangat hati-hati, dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

PJJ masih pilihan utama

Sementara itu sekolah yang berada di zona merah dan kuning, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi pilihan utama pemerintah dalam menerapkan model pembelajaran Tahun Ajaran baru 2020/2021.

Seringkali pihaknya masih menemukan kerancuan terkait tahun ajaran baru disamakan dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

"Saat ini model pembelajaran jarak jauh akan menjadi pilihan utama, sehingga bagi sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan 3 bulan terakhir," jelas Evy.

Untuk pembukaan sekolah di wilayah zona hijau, Kemendikbud akan membahas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sedangkan protokol kesehatan di bidang pendidikan akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan.

Dikatakan, sekolah di zona hijau tidak langsung bisa dibuka secara otomatis, tetapi melalui prosedur izin syarat yang ketat.

"Misalnya sebuah sekolah berada di zona hijau, tetapi berdasarkan penilaian keseluruhan prosedur dan syarat, ternyata tidak layak untuk dibuka kembali. Tentu ini harus tetap menjalankan pendidikan jarak jauh," kata Evy.

Kemendikbud rekomendasikan 23 laman

Guna menunjang pembelajaran jarak jauh, Kemendikbud telah merekomendasikan 23 laman yang bisa digunakan siswa sebagai sumber belajar dalam menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh.

Tak hanya itu saja, warga satuan pendidikan khususnya peserta didik juga dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan oleh Kemendikbud antara lain:

"Saat ini, kita mempunyai pembelajaran jarak jauh yang memang memerlukan internet akses jadi online based, kemudian juga ada television based, radio based, dan juga sebenarnya banyak tersedia berbagai modul yang dapat dipergunakan atau dipelajari secara mandiri," katanya.

"Tentunya ini sangat memerlukan kolaborasi yang sangat baik antara guru dan orang tua terkait pembelajaran jarak jauh ini," imbuh Evy.

Meskipun sampai saat ini masih ditemui sejumlah kendala dalam pembelajaran jarak jauh, Evy mengatakan masih ada hal positif yang dapat diambil, diantaranya tumbuhnya kolaborasi antara orang tua dengan guru. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]