Zohirin Sayuti: Wirid Pengajian agar Ditiadakan hingga Kondisi Normal Kembali


Ahad, 07 Juni 2020 - 15:41:30 WIB
Zohirin Sayuti: Wirid Pengajian agar Ditiadakan hingga Kondisi Normal Kembali Wakil Walikota Zohirin Sayuti dan KaKan Kemenag Sawahlunto, Idris Nazar saat mensosialisasikan panduan ibadah dirumah ibadah kepada pengurus rumah ibadah. Ist

HARIANHALUAN.COM -- Jelang pemberlakukan tatanan kehidupan normal baru atau New Normal di Kota Sawahlunto, Wakil Walikota Zohirin Sayuti meminta seluruh pengurus rumah ibadah agar mematuhi panduan penyelenggaraan dirumah ibadah yang dikeluarkan oleh Mentri Agama, termasuk didalamnya sebagaimana tertuang dalam surat edaran Mentri Agama RI Nomor 15 tahun 2020.

"Khusus wirid pengajian, agar sementara ditiadakan, hingga keadaan benar-benar kembali normal seperti sediakala," ujar Zohirin saat sosialisasi bidang ibadah dalam menghadapi tatanan normal baru di Balaikota setempat kemarin.

Zohirin juga menyampaikan, terkait surat keterangan aman Covid-19 dari gugus tugas bagi rumah ibadah sesuai edaran Menang, agar diurus secepat mungkin. Adapun pelimpahan wewenang ditingkat kecamatan yang mengeluarkan izin adalah Camat dan Puskesmas setempat.

"Khusus pelaksanaan ibadah di surau atau mushalla diserahkan kebijakannya kepada Kepala Desa atau Lurah masing-masing yang dikarenakan keterbatasan alat pengukur suhu tubuh," katanya.

Zohirin meyakini, semenjak dibolehkannya pengurus masjid menggelar salat Jumat baru-baru ini, telah mampu dijalani dengan baik oleh masyarakat yang menjalankannya sesuai dengan protokol kesehatan penanggulangan Covid, seperti memakai masker, berwuduk di rumah, diukur suhu tubuhnya dan membawa sajadah masing-masing dari rumah.

"Bagi anak-anak, lanjut usia dan yangbtengah kurang sehat, sebaiknya tidak ikut beribadah. Beribadahnya dirumah saja," ujarnya lagi.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Sawahlunto, Idris Nazar menambahkan, bagi pengurus rumah ibadah yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, izin pelaksanaan ibadah di rumah ibadah yang bersangkutan akan dicabut.

"Meski secara umum pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan sudah diatur dan ada panduannya, khusus pernikahan hanya dioerkenankan di Kantor Urusan Agama (KUA) saja, bel boleh diselenggarakan di masjid hingga keluar peraturan Dirjen Bimas Islam," ujarnya.

Menyangkut aktivitas TPQ/MDTA maupun pondok Tahfiz lanjutnya, sejalan nantinya dengan sudah diperbolehkannya siswa belajar di sekolah.

"Untuk sampainya informasi sosialisasi ini, kita akan libatkan seluruh KUA dan penyuluh Agama Islam, sehingga sampai kepada seluruh masyarakat dan masyarakat paham panduan dan protoko ibadah selama Pandemi ini," katanya. (*)

loading...
Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 05 Oktober 2018 - 10:21:26 WIB
    DUKUNG PEMBERANTASAN NARKOBA

    Zohirin: Pemko Sawahlunto Sediakan Tanah untuk Pusat Rehabilitasi

    Zohirin: Pemko Sawahlunto Sediakan Tanah untuk Pusat Rehabilitasi SAWAHLUNTO,HARIANHALUAN.COM-Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti mengungkapkan, Pemko Sawahlunto sangat serius untuk berpartisipasi dalam memerangi narkoba. Pemko menyediakan tanah seluas 15 hektare untuk pembangunan Pus.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]