Lewat Pokdarwis, Pemuda Koto Panjang Kelola Hutan Pinus Jadi Potensi Wisata


Senin, 08 Juni 2020 - 11:45:47 WIB
Lewat Pokdarwis, Pemuda Koto Panjang Kelola Hutan Pinus Jadi Potensi Wisata Anggota Pokdarwis Beringin Sakti, poto bersama di kawasan panorama puncak Koto Panjang, Nagari Lansekkadok, Rao Selatan.

HARIANHALUAN.COM - Sekelompok pemuda di Koto Panjang, Nagari Lansekkadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokdarwis ini diberi nama Beringin Sakti dan dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat lewat pemanfaatan hutan secara kreatif melalui pengelolaan objek wisata alam panorama hutan pinus di puncak Koto Panjang. 

Menurut Ketua Pokdarwis Beringin Sakti, Hendra kepada harianhaluan.com, Senin (8/6/2020) mengatakan, pemanfaatan hutan untuk dijadikan sebagai objek wisata juga untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan setiap musim kemarau tiba. Sebab, sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan di musim kering di kawasan hutan pinus Koto Panjang. 

"Pemanfaatan lahan hutan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan berulang, apalagi kebakaran," ungkap Hendra. 

Dikatakanya, pelestarian kawasan wisata puncak Koto Panjang merupakan latar belakang dibentuknya Pokdarwis Beringin Sakti. Gagasan bersama pemuda Koto Panjang ini direalisasikan pada pemanfaatan sumber daya alam yang punya potensi pariwisata, yaitu, panorama hutan pinus yang berada dibawah pengawasan kelompok HKM Beringin Sakti. 

"Melalui kesadaran beberapa pemuda Koto Panjang, timbul suatu gagasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan hutan secara kreatif melalui pengelolaan objek wisata alam. Untuk mendukung hal tersebut, kita bentuklah Pokdarwis Beringin Sakti," katanya. 

Hendra menegaskan, beberapa tahun terakhir pengelolaan hutan sudah mulai tidak memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal serta tata kelola hutan yang berbasis lingkungan. Pengelolaan hutan dengan cara penebangan dan pembakaran hampir tidak bisa dihindari. "Akibatnya, keberadaan hutan sebagai penopang keberlangsungan kehidupan masyarakat kedepannya sudah mulai mengkhawatirkan," katanya. 

Selain terjadi kerusakan pada fisik area hutan, kerusakan secara sosial dan budaya juga terjadi di area puncak Koto Panjang tersebut. Kerusakan moral tersebut yaitu penyalahgunaan panorama puncak Koto Panjang yang indah dan bernuansa alam yang sejuk kerap kali digunakan sebagai tempat maksiat, seperti perjudian, memakai narkoba, menghisap lem bagi anak-anak remaja usia sekolah. 

"Kegiatan negatif ini tidak bisa dicegah karena letak puncak Koto Panjang berada diatas ketinggiaan dan sekitar tiga Kilometer dari pemukiman penduduk Koto Panjang," katanya.

Atas dasar itu lah, Pokdarwis Beringin Sakti, dibentuk. Pihaknya, kata dia, berkomitmen untuk merawat dan melestarikan hutan di puncak Koto Panjang sebagai tempat wisata yang aman, nyaman dan tentram sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan akan berdampak kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  

"Untuk itu, kawasan puncak Koto Panjang harus dijaga, dirawat dan dilestarikan demi keberlangsungan kehidupan masyarakat kedepannya," ungkapnya. Sebagai fasilitator masyarakat melalui organisasi sosial ini, ia berharap, agar sekiranya Pemerintah Kabupaten Pasaman bersedia memfasilitasi, terutama terkait proses pengurusan legalitas kegiatan yang sedang dalam tahap pengurusan.

"Karena tanpa ada dukungan dari pemerintah nawacita besar kami dalam membangun ekonomi kerakyatan secara berjamaah ini tidak akan terlaksana," imbuhnya. (*)

Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]