Setop Umumkan Kasus dan Kematian, Brasil Sembunyikan Informasi Penyebaran Covid-19?


Senin, 08 Juni 2020 - 12:23:33 WIB
Setop Umumkan Kasus dan Kematian, Brasil Sembunyikan Informasi Penyebaran Covid-19? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Brasil tidak lagi melaporkan angka kematian dan penambahan jumlah pasien baru yang terinfeksi virus corona. Keputusan tersebut menuai kritik lantaran pemerintah dianggap berupaya menyembunyikan jumlah sebenarnya penyebaran Covid-19.

Langkah ini datang setelah banyak ahli mengkritik data statistik kasus corona di Brasil yang dinilai terlalu rendah dan dalam beberapa kasus dicurigai telah dimanipulasi. Terlebih saat ini Brasil tengah mencatat lonjakan infeksi virus corona.

Dilaporkan Associated Press, situs Kementerian Kesehatan Brasil terakhir mencatat lebih dari 34 ribu kematian akibat corona dengan 615 ribu kasus.

Data statistik Worldometers hingga Senin (8/6) mencatat Brasil berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat dengan kasus corona sebanyak 691.962. Sementara angka kematian mencapai 37.312 jiwa dan 302.084 pasien dinyatakan sembuh.

Diberitakan cnnindonesia.com, mulai Jumat (5/6) hingga kini situs Kemenkes Brasil tak lagi menyediakan data terbaru kasus infeksi corona harian, mingguan, dan bulanan.

Pada Sabtu (6/6) Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan akan menampilkan data laporan kasus infeksi baru dan kematian akibat corona dalam waktu 24 jam terakhir. Tak hanya itu, situs tersebut juga tidak ada lagi pembaruan data dari seluruh wilayah di Brasil.

Terkait penghapusan data kasus corona, Presiden Jair Bolsonaro mengatakan hal tersebut tidak mewakili kondisi di lapangan. Bolsonaro juga tidak mengungkap lebih jauh alasan penghapusan informasi tersebut.

"Data kumulatif tidak mencerminkan gambaran negara saat ini," tulis Bolsonaro melalui akun Twitternya.

Ia juga mengklaim pihaknya tengah mengambil langkah-langkah tambahan untuk 'meningkatkan pelaporan kasus corona'.

Keputusan ini menuai kritik dari banyak pihak, termasuk anggota kongres dan jurnalis. Penghapusan data corona dilakukan setelah Brasil melaporkan lebih dari 1.000 kematian harian dalam waktu empat hari bertutur-turut.

Bulan lalu, seorang akademisi menemukan adanya peningkatan drastis angka kematian bulanan yang berbeda dengan pencatatatan versi pemerintah yang justru mengalami penurunan tajam.

Pada 14 mei lalu, penyelidik independen meragukan ketidakkonsistenan angka kematian yang dilaporkan Kantor Pencatatan Sipil. Diketahui ada lebih dari 500 ribu sertifikat kematian ditarik dari situsnya.

Bolsonaro menuai kecaman di tengah upayanya menekan penyebaran virus corona di Brasil. Dalam sejumlah kesempatan, Bolsonaro kerap menyerukan untuk mencabut penguncian wilayah (lockdown) yang diberlakukan oleh pemerintah lokal.

Menurutnya, pemberlakuan lockdown menghancurkan perekonomian negara. Tak hanya itu, ia juga menuduh gubernur negara bagian dan wali kota menggunakan lockdown untuk keuntungan politik merek(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 09:24:57 WIB

    Arab Saudi Setop Kunjungan Umrah Sementara

    Arab Saudi Setop Kunjungan Umrah Sementara RIYADH, HARIANHALUAN.COM - Arab Saudi menunda visa kunjungan umrah ke Mekah karena virus corona merebak di dunia. Ibadah umrah biasanya menarik puluhan ribu muslim seluruh dunia ke Saudi tiap bulannya..
  • Rabu, 08 Januari 2020 - 22:56:30 WIB

    Inggris-Jerman Minta Iran Setop Serang Basis Militer AS

    Inggris-Jerman Minta Iran Setop Serang Basis Militer AS JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Jerman meminta Iran menghentikan serangan rudal ke pangkalan militer yang berada di Irak. Juru bicara kanselir Angela Merkel, Steffen Seibert mengatakan Iran dan Amerika Serikat perlu sa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]