Indikator Pemerintah dalam Menetapkan Zona Merah hingga Hijau Covid-19


Senin, 08 Juni 2020 - 18:20:22 WIB
Indikator Pemerintah dalam Menetapkan Zona Merah hingga Hijau Covid-19 Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah. (Dok BNPB Indonesia)

HARIANHALUAN.COM -- Istilah zona merah, oranye, kuning, dan hijau semakin sering terdengar dalam perbincangan mengenai virus Corona di Indonesia. 'Pemberian warna' pada kabupaten/kota di Indonesia dilakukan dengan hitung-hitungan berbasis data penyebaran COVID-19.

Penjelasan mengenai zonasi virus Corona disampaikan oleh anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, dalam siaran langsung lewat akun YouTube BNPB Indonesia, dikutip dari detik.com, Senin (8/6/2020).

Untuk menentukan warna zonasi suatu kabupaten/kota, pemerintah menggunakan belasan indikator. Masing-masing indikator akan dihitung menggunakan skor penilaian.

"Secara total terdapat 15 indikator utama," kata Dewi.

15 indikator kesehatan masyarakat itu terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan. Berikut adalah 15 indikator kesehatan yang dipakai pemerintah untuk menentukan zonasi Corona.

Indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 berbasis data:

1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
2. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP
9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
11. Rt - angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi)
12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19.
15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Tiap-tiap daerah akan mengantongi skor berbeda-beda dari 15 indikator di atas. Skor dan pembobotan dari suatu daerah akan dijumlahkan, hasilnya akan dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna, sebagai berikut:

1. Zona merah: zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8)
2. Zona oranye: zona risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4)
3. Zona kuning: zona risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0)
4. Zona hijau: zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus COVID-19 positif. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]