Siapa Breonna Taylor, Wanita yang Disebut-sebut di Demo George Floyd


Selasa, 09 Juni 2020 - 10:53:48 WIB
Siapa Breonna Taylor, Wanita yang Disebut-sebut di Demo George Floyd Breonna Taylor, 26 tahun adalah seorang tenaga medis

HARIANHALUAN.COM - George Floyd, pria kulit hitam yang meninggal ketika ditangkap polisi di Amerika Serikat, telah menjadi figur utama dalam demonstrasi menuntut kesetaraan dan keadilan, yang menjadi aksi protes menentang rasisme terbesar sejak 1960-an.

Pengunjuk rasa menyuarakan yel-yel namanya selama 13 hari terakhir dan mural wajahnya menghiasi tembok-tembok, mulai dari Suriah hingga Belfast.

Namun nama lain yang juga disebut-sebut oleh para pengunjuk rasa adalah nama Breonna Taylor, seorang tenaga medis perempuan yang ditembak hingga delapan kali oleh polisi yang masuk ke apartemennya di Louisville, Kentucky pada 13 Maret lalu.

Para aktivis mendesak orang-orang melakukan gerakan "Say Her Name" atau "Sebut Namanya", sebagai cara untuk mengenang para perempuan berkulit hitam yang tidak diperhatikan banyak orang, tak seperti kasus-kasus meninggalnya orang kulit hitam di tangan polisi yang lain.

Pada Jumat (05/06), atau hari ulang tahun Taylor ke-27, para pengunjuk rasa melakukan upacara peringatan kematiannya di Louisville dan orang-orang membagikan ucapan ulang tahun di media sosial, bertuliskan "Anda seharusnya ada di sini untuk merayakannya".

"Awal mulanya sepi, tapi sangat menakjubkan melihat banyak orang berdiri untuknya, hanya untuk menyebut namanya, ujar ibunya, Tamika Palmer dalam acara peringatan tersebut.

Taylor akan turut serta dalam demonstrasi Black Lives Mater jika dia tidak tewas terbunuh, ujar ibunya kemudian.

Apa yang terjadi pada Breonna Taylor?

Peristiwa tentang malam saat Taylor terbunuh hingga kini masih menjadi perdebatan.

Breonna Taylor, seorang teknisi medis berada di tempat tidurnya di apartemen yang terletak di Louisville ketika beberapa petugas polisi memasuki apartemennya, lepas tengah malam.

Dia meninggal setelah ditembak sebanyak delapan kali.

Dalam acara peringatan Jumat lalu, ibu dari Breonna Taylor mengatakan putrinya akan ikut berdemo jika dia tidak meninggal dunia

Mereka melakukan penggeledahan di apartemennya sebagai bagian dari penyelidikan kasus narkoba. Tidak ada narkoba yang ditemukan di apartemen tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa polisi melakukan aksi penggeledahan "tanpa mengetuk", membuat mereka bisa melakukan sergapan dengan masuk ke dalam rumah tanpa peringatan terlebih dulu.

Namun polisi mengatakan mereka telah mengetuk pintu sebelum masuk ke apartemen Taylor, namun keluarga dan tetangganya membantah pernyataan polisi tersebut.

Kepolisian mendatangi alamat yang salah, klaim gugatan kematian yang melanggar hukum yang diajukan oleh keluarganya.

Taylor sedang terlelap dan pasangannya, Kenneth Walker, yang memiliki izin kepemilikan senjata, langsung meraih pistolnya, menurut klaim gugatan itu.

Walker meyakini bahwa petugas polisi memasuki apartemennya tanpa izin, dan dia melepaskan tembakan demi melindungi diri, ujar pengacaranya.

Walker kemudian menelpon 911 dan mengatakan "sesorang menendang pintu dan menembak pasangan saya," menurut rekaman telpon yang dikeluarkan pekan lalu.

Kepolisian Louisville mengatakan mereka balas menembak ketika salah satu anggotanya tertembak dan terluka dalam insiden tersebut. (*)

 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]