Seribuan KK di Lubuk Gadang Selatan Belum Mendapatkan BLT


Selasa, 09 Juni 2020 - 11:32:02 WIB
Seribuan KK di Lubuk Gadang Selatan Belum Mendapatkan BLT Penyaluran BLT Kabupaten di Nagari Lubuk Gadang Selatan.

HARIANHALUAN.COM - Sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK) di Nagari Lubuk Gadang Selatan (LGS) Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan (Solsel) tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari berbagai skema yang ada. 

Hal itu diakui Wali Nagari LGS Arnaldo pada Harianhaluan.com, Selasa (9/6/2020). "Memang benar, masih banyak warga yang belum dapat BLT dari berbagai skema. Hampir merata tidak dapat dari 15 Jorong yang ada termasuk nagari persiapan," ujarnya.

Arnaldo mengatakan, jumlah KK di nagari LGS berkisar 4.000 KK dan yang telah tercover melalui berbagai skema BLT sekitar 3.000- an KK. 

"Di Jorong Sungai Lambai Barat terbanyak, ratusan KK belum dapat. Jadi memang jumlah penduduk kita banyak. Ditambah jorong lain seperti di Kauman dan rata-rata di setiap jorong ada yang tidak dapat," bebernya.

Terkait solusi untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial. "Setelah selesai penyerahan BLT kabupaten hari ini (9/6/2020) bakal ada evaluasi. Baik skema sembako maupun pengalihan data ganda," katanya.

Terpisah, Warga di Jorong Kauman mengaku masih ada sekitar 40 KK yang belum tersentuh BLT dari berbagai skema yang ada.

"Kami semua yang tidak dapat ini berprofesi sebagai petani namun kenapa tidak mendapatkan BLT," keluh beberapa tokoh masyarakat setempat, Gino, Boyno, Hasno dan Parlan.

Dia berharap ada solusi dari pemerintah daerah, supaya mendapatkan bantuan serupa baik melalui BLT ataupun berupa sembako yang setara dengan nilai BLT. "Kami sudah temui pihak nagari mempertanyakan hal ini," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Solsel, Zulkarnaini menyatakan untuk antisipasi hal itu akan dilakukan rapat evaluasi BLT terkait temuan dilapangan pada Senin 15 Juni 2020 sehingga didapatkan solusi terhadap masyarakat yang belum mendapatkan.

"Ada dua kemungkinan solusi, pertama melalui data penerima BLT ganda atau kuota berlebih yang bakal dialihkan terhadap masyarakat yang belum dapat BLT. Kemudian, melalui bantuan sembako yang ada di kabupaten. Baik itu bersumber dari APBD maupun sembako dari perusahaan," tuturnya.

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya perbandingan jumlah penduduk sesuai profesi. Kadang ada disuatu nagari berlebih kuotanya, dikarenakan banyak penduduk berprofesi sebagai ASN. "Begitupun sebaliknya, terjadi kekurangan kuota dinagari lain disebabkan jumlah penduduk padat dan umumnya sebagai petani," katanya.

Anggota DPRD Solsel, Sholikhin membenarkan masih ada masyarakat yang belum dapat BLT dari berbagai skema.

"Iya, benar itu adanya. Itulah masalahnya. Kita sarankan Jorong segera lapor ke nagari dan Dinsos. Kita juga sudah sampaikan sebab masih ada cadangan sembako bagi masyarakat yang tidak mendapatkan BLT. Sudah kita bahas di rapat kerja bersama dinas terkait," tutupnya. (*)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]