Diduga Lecehkan Orang Minang, Dua Organisasi Adat Laporkan Dosen UI ke Polda Sumbar


Selasa, 09 Juni 2020 - 16:42:49 WIB
Diduga Lecehkan Orang Minang, Dua Organisasi Adat Laporkan Dosen UI ke Polda Sumbar Dua Organisasi Minang laporkan Oknum Dosen UI, Ade Ermando ke Polda Sumbar terkait pelecehan dan pencemaran nama baik masyarakat Minangkabau.

HARIANHALUAN.COM - Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (Bakorkan) Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau didampingi Penasehat Hukum (PH) melaporkan Dosen Universitas Indoensia (UI) Ade Armando dalam dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap  masyarakat di Minangkabau.

Pantauan harianhaluan.com, terlihat puluhan masyarakat minang berpakaian lengkap adat Minang mendatangi Polda Sumbar di bagian SPKT untuk memberikan laporan terhadap terduga Ade Armando, Selasa (9/6/2020) sekitar pukul 14.15 WIB. Mereka tidak senang dengan tulisan dari akun yang bernama Ade Armando yang menyerang Gubernur Sumbar.

Ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (KAN) Provinsi Sumbar, Yuzirwan Rasyid Dt Raja Tongga mengatakan, maksud kedatangan ini berkaitan dengan kelanjutan surat Gubernur kepada Kominfo yang ditanggap oleh seseorang yang bernama Ade Armando yang ditulis dalam akunnya, diduga telah melecehkan dan memberikan hujatan terhadap masyarakat Minang.

"Pada perspektifnya sendiri disebut kenapa tidak boleh kitab injil dicetak dalam bahasa Minang. Sementara, dalam Minangkabau sudah ada pakamnya yakni, Adat Basandi Sarak, Sarak  Basandi Kitabullah dan tidak ada pilihan lain lagi," ujarnya.

Ditambahkannya, karena hal itulah masyarakat Minangkabau merasa dilecehkan dan tersinggung serta bergaduh. Apabila ini dibiarkan, akan terjadi pemecahan antar orang minang. "Selaku pengurus Badan Koordinasi Kerapatan Adat yang berkoordinasi dengan penasehat hukum, merasa terpanggil Untuk meluruskan bukan perspektif masing-masing supaya masyarakat minang bisa tenang," sambungnya.

Sementara itu, Imam Majelis Mahkamah Adat Minangkabau, Tuanku Irwansyah mengatakan, jangan pernah menyangkutpautkan orang Minangkabau Sumbar secara kepercayaan. Karena kepercayaan orang minang hanya yaitu Islam. "Sebab, selama ini tidak ada kerusuhan di Sumbar kaerna lain kepercayaan. Tapi, orang minang memiliki syarat dan walau dimanapun ia berada, orang Minangkabau pasti beragama Islam," jelasnya.

Terkait menggunakan pakaian adat, dia menyebutkan bahwa yang disinggung oleh terduga adalah adat. Maka, masyarakat Minang yang tersebar ke berbagai negara merasa tersinggung dengan pelecehan yang dilakukan. "Kami minta kepada seluruh masyarakat Minang pada umumnya jangan terprovokasi dengan hujatan dan tetap menjaga persatuan adat Minangkabau," tutupnya. (*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]