Meski Ancam Keselamatan Jiwa, Penebangan Pohon di Rimbo Panti Terhalang Aturan Perundang-undangan


Selasa, 09 Juni 2020 - 21:55:26 WIB
Meski Ancam Keselamatan Jiwa, Penebangan Pohon di Rimbo Panti Terhalang Aturan Perundang-undangan Keberadaan pepohonan di kawasan hutan konservasi Rimbo Panti tidak bisa ditebang sembarangan, meski mengancam nyawa manusia sekalipun.

HARIANHALUAN.COM - Keinginan sejumlah masyarakat Pasaman agar pepohonan yang mengancam keselamatan jiwa manusia dan kenderaan bermotor di sepanjang kawasan Cagar Alam Rimbo Panti, Kecamatan Panti ditebang, pupus sudah. 

Pasalnya, sesuai aturan perundang-undangan, di dalam kawasan konservasi tindakan penebangan pohon merupakan hal yang tidak diperkenankan alias dilarang. Meski keberadaan pepohonan itu mengancam keselamatan jiwa manusia di dalamnya. 

Kepala Resor KSDA Pasaman, Rusdian Ritonga mengatakan, keinginan masyarakat itu tidak serta merta dapat dikabulkan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat sebagai pengelola dan pemegang otoritas tertinggi terhadap kawasan hutan konservasi itu. 

"Sesuai aturan perundang-undangan, di dalam kawasan konservasi tindakan penebangan pohon merupakan hal yang tidak diperkenankan," ujar Rusdian, menjawab pertanyaan harianhaluan.com, Selasa (9/6/2020).

Kemudian, kata dia, Rimbo Panti sebagai Taman Wisata Alam (TWA) sesuai peruntukannya ditujukan untuk dimanfaatkan sebagai tujuan wisata. Dimana salah satu daya tariknya adalah pepohonan besar dengan akar-akar yang menggantung. 

"Jika harus dilakukan penebangan pepohonan sepanjang jalan berarti secara tidak langsung menghilangkan daya tarik wisata TWA Rimbo Panti itu sendiri," pungkasnya. 

Ia menyebutkan, perlu kajian komprehensif untuk melakukan penebangan disepanjang TWA Rimbo Panti. Karena hal tersebut akan berdampak terhadap aspek ekologi, estetika, dan sosial ekonomi di kawasan tersebut dan sekitarnya. 

"Jika ada keinginan masyarakat, sebaiknya disampaikan kepada pemerintah daerah untuk kemudian diteruskan secara tertulis kepada BKSDA Sumatera Barat sebagai otoritas manajemen pengelola. Insya Allah akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan aturan perundangan-undagan yang berlaku," tukasnya. 

Meskipun keinginan masyarakat tersebut bertujuan baik, BKSDA, kata dia, tidak boleh mengambil keputusan yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan. "Kami berharap semua pihak dapat memakluminya," ucapnya.

Sebelumnya, ramai muncul seruan warga dijagat media sosial, meminta pemerintah daerah mengambil tindakan dengan melakukan penebangan pohon di Rimbo Panti, dengan radius 20 sampai 50 meter di kiri kanan badan jalan di sepanjang kawasan itu. 

Hal tersebut menyusul tewasnya tiga orang warga akibat tertimpa pohon saat melintasi kawasan hutan Rimbo Panti tersebut dalam beberapa tahun terakhir. 

Terbaru, nyawa seorang anak gadis, usia 4 tahun asal Sontang, Nagari Sontang Cubadak, Padanggelugur tidak dapat diselamatkan usai mobil yang berisikan satu keluarga itu ditimpa pohon tumbang saat melintas pada lebaran Idul Fitri lalu. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]