Jorong Simpang Tigo Bantah Ninik Mamak Lakukan Pemotongan Dana BLT


Rabu, 10 Juni 2020 - 09:14:07 WIB
Jorong Simpang Tigo Bantah Ninik Mamak Lakukan Pemotongan Dana BLT Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM -- Pemotongan dana BLT oleh oknum ninik mamak terhadap warga penerima manfaat Bansos di Kejorongan Simpang Tigo, Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, masih menuai pro dan kontra.

Kepala Jorong Simpang Tigo, Reki Ahmad, membantah hal tersebut. Menurutnya, bukan pihak ninik mamak yang melakukan pemotongan dana. Namun, itu murni inisiatif dari para penerima manfaat bantuan sosial di kejorongan tersebut.

"Bukan dipotong, melainkan kemauan sendiri dari para penerima BLT di kampung itu. Masing-masing mereka bersedia menyisihkan uang senilai Rp50 ribu untuk dibagikan secara sukarela kepada warga yang belum menerima Bansos. Hal itu kemudian disampaikan ke ninik mamak," ungkap Reki, Rabu (10/6/2020).

Pemotongan dana BLT itu merupakan kemauan dari para penerima. Bukan merupakan intervensi ninik mamak. Bahkan, kata Reki, kesediaan pemotongan dana BLT secara sukarela itu tercantum dalam surat bermaterai.

"Ninik mamak, hanya sebatas menyaksikan, tidak ada campur tangan mereka di dalam. Ada perjanjian dibuat, pakai materai. Perorang bersedia dipotong BLT nya sebesar Rp50 ribu," katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 83 kepala keluarga (KK) di kejorongan itu tidak terdaftar sebagai penerima bansos dampak Korona. Puluhan warga yang belum menerima bansos tersebut selanjutnya akan diajukan sebagai penerima BLT Kabupaten Pasaman.

"Sudah kita usulkan ke Dinas Sosial, agar ke-83 warga Simpang Tiga yang belum menerima bansos ini dapat dimasukkan sebagai penerima BLT yang sumber dananya dari kabupaten," tukasnya.

Sementara, 30 KK warga sudah terdaftar sebagai penerima BLT Dana Desa, 20 KK BLT Kemensos (Pusat) dan 20 KK BLT Provinsi. Pemotongan dana BLT terhadap ketiga penerima program itu akan dikembalikan setelah 83 warga tersebut menerima bansos susulan.

"Dana BLT yang dipotong dari penerima manfaat sebelum lebaran lalu, nanti akan dikembalikan lagi oleh 83 warga yang kita usulkan menerima BLT kabupaten," katanya.

Walinagari Sitombol, Busri membantah terlibat. Ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) dana desa sebagai kompensasi dampak Covid-19 kepada masyarakat sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada.

"Yang jelas kita telah salurkan dana tersebut sesuai dengan aturan kepada penerima manfaat yang langsung diserah di kantor oleh pihak Bank Nagari. Kita tahu beberapa hari setelah itu. Ninik mamak pun mengatakan itu semuanya atas kesepakatan masyarakat, bukan pemotongan sepihak oleh ninik mamak. Kalau kita dari pihak nagari sudah kita lakukan sesuai dengan aturan dan juknis," ujarnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]