Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Pimpinan Ponpes di Mentawai Dipolisikan


Rabu, 10 Juni 2020 - 15:41:27 WIB
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Pimpinan Ponpes di Mentawai Dipolisikan Pemeriksaan Polisi

HARIANHALUAN.COM - Seorang oknum Pimpinan Pondok Pesantren (Pompes) Hidayatullah dengan inisial MS (42) terpaksa harus berurusan dengan polisi karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap santriwati dengan inisial E (16).

"Memang benar, pada tanggal 8 Juni kemaren kita telah menerima laporan adanya dugaan tindakan pencabulan,  terhadap anak dibawa umur dan sekarang terlapor sedang kita periksa statusnya masih tahap penyelidikan," terang Kasat Reskrim Mentawai Iptu Irmon kepada wartawan, Rabu (10/06) di ruang kerjanya. 

Ia menyebutkan saat ini pihaknya sedang berupaya mengumpul alat bukti yang sah untuk menaikan status lidik ke penyidikan, dimana pihaknya masih kesulitan mendapatkan keterangan dari korban, lantaran korban mengalami traumatis. 

"Kalau kita sudah mendapatkan dua alat bukti yang sah, maka perkara ini akan kita teruskan ke tahap penyidikan, tetapi saat kita melihat kondisi korban masih mengalami sedikit trauma, jadi kami juga akan berupaya terus melakukan pendekatan, karena tanpa keterangan dari korban kasus ini belum bisa kita naikan ke penyidikan," paparnya.

Sejauh ini pihak kepolisian belum mengetahui apa yang membuat korban mengalami traumatis, namun hal tersebut akan digali berdasarkan saksi dan bukti-bukti yang sah, "Apakah karena adanya tekanan, atau intimidasi dan sebagainya terhadap korban, kita belum tau dan masih kita dalami, " tuturnya.

Sementara itu kata Irmon pihak keluarga korban dan terlapor sebelumnya telah melakukan perdamaian dan mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke ranah hukum.

"Yang melapor ini justru orang lain, karena korban sempat bercerita tentang apa yang dialaminya, sedangkan orang tua atau wali korban tidak ingin kasus ini dilanjutkan dengan kesepakatan yang dibuat antara keluarga dengan terlapor, yang mana kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan," papar Irmon.

Menurutnya meskipun kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawa umur telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun proses hukum tetap dilanjutkan, hal tersebut telah tertuang dalam undang-undang perlindungan anak.

"Sekarang ini dengan undang-undang baru perlindungan anak tidak lagi delik aduan, jadi meskipun sudah diselesaikan secara kekeluargaan proses hukum tetap dilanjutkan," tutupnya. (*)

Reporter : Redi /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]