Pengembangan Media Pembelajaran Budaya Alam Minangkabau dengan Permainan KIM untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama


Kamis, 11 Juni 2020 - 12:23:40 WIB
Pengembangan Media Pembelajaran Budaya Alam Minangkabau dengan Permainan KIM untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Dr. Arga Budaya, S.Sn., M.Pd

Pembelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) dengan permainan KIM tidak dapat diapresiasi dalam pandangan komersial sebagaimana yang terjadi pada masyarakat umum. Ada baiknya penggambarannya dipaparkan dalam pandangan kultural dan universal. Kim (kata) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2003:569) merupakan permainan dengan menandai angka yang telah terletak di kolom ataupun baris yang telah disebut oleh penarik angka. Biasanya sambil dinyanyikan, dan pemain dinyatakan menang apabila semua angka yang terletak pada salah satu garis telah tertandai.

Oleh: Dr. Arga Budaya, S.Sn., M.Pd
Program Studi Doktor S3 Pendidikan Teknologi Kejuruan (PTK)-FT-UNP & Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang

Arga Budaya dalam tulisan Disertasi untuk memenuhi program Doktor dibidang Pendidikan Teknologi Kejuruan (PTK) ISI Padang Panjang menjelaskan, Budaya Alam Minangkabau (BAM) merupakan nama mata pelajaran dalam kurikulum sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, dan yang sederajat sehingga menghasilkan ide untuk melakukan penelitian tersebut. Ia melakukan penelitian di SMP Negeri 1 Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat terpilih sebagai subjek dan objek penelitian. Alasannya karena kurikulumnya memuat mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM).

Guru BAM memberikan persentas penilaian rata-rata 77% (61 – 80% = Praktis). Angka diperoleh dari perhitungan 38+39:50 (sesuai tabel). Siswa memberikan persentase penilaian rata-rata sebesar 82,44% (81 – 100% = Sangat Praktis). Angka diperoleh dari perhitungan 2226/27. Tahap uji coba pengumpulan data bertempat di SMPN 1 Tanjung Emas. Responden dan informan adalah guru dan siswa.

Mereka diharapkan dapat jadi konsumen (pengguna atau pemakai produk yang dibuat). Guru SMP disuguhi angket praktikalitas. Hasil penilaian para guru dijadikan dasar bahwa produk yang dibuat sangat praktis atau cukup praktis. Sedangkan penilaian terhadap siswa SMP N 1 Tanjung Emas melalui tes (pretest and postest) berguna menguji efektifitas produk memakai acuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ada pada sekolah tersebut.

Dilanjutkan setelah itu dengan pemutaran audio, atau diakhir mendengarkan media Kim (musik Kim) komersial yang segala sesuatunya dengan sengaja dibuat terdapat dalam produk. Berdasarkan kebutuhan, mungkin saja di tengah-tengah berlangsungnya pembelajaran. Sebab inti pembelajaran yaitu siswa membaca contoh sumber bacaan hingga diperoleh intisari-senarainya sebagai materi pokok bahan dasar pantun-pantun Kim dilengkapi alternatif lagu pilihan siswa. Bacaan sekitar 2-3 halaman dibagikan rata per siswa. Teknik lain dibacakan dan disimak. Pada bagian akhir atau penutup ialah penyerahan hasil belajar (senarai) yang dapat membawa hasil (berhasil guna), dan pelaksanaan pembelajaran diakhiri postest.

Waktu dua jam pelajaran (80-90) menit sudah mesti sesuai dengan desain produk. Berdasarkan hasil belajar siswa (pretest dan postest), persentase skor rata-rata meningkat sampai 79 % (efektif). Berdasarkan hasil penelitian British Audio Visual Aids (BAVA) di Amerika Serikat menegaskan bahwa bila seorang guru atau tenaga pendidik yang mengajar menggunakan media bisa mencapai 64 persen sampai 86 persen dan bertahan lebih lama.

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Budaya Alam Minangkabau Dengan Permaianan Kim sangatlah besar pengaruhnya dalam meningkatkan perhatian, motivasi, dan peningkatana kualitas pembelajaran untuk siswa. (*)

Reporter : Merinda Faradianti /  Sumber : Artikel Disertasi Dr. Arga Budaya, S.Sn., M.Pd /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]