Lewat Kuasa Hukumnya, Ninik Mamak Simpang Tigo Bantah Terlibat Pemotongan Dana BLT


Kamis, 11 Juni 2020 - 17:59:05 WIB
Lewat Kuasa Hukumnya, Ninik Mamak Simpang Tigo Bantah Terlibat Pemotongan Dana BLT Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Dugaan pemotongan dana BLT oleh oknum ninik mamak terhadap warga penerima manfaat Bansos di Kejorongan Simpang Tigo, Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, dibantah oleh ninik mamak setempat.

Lewat kuasa hukum ninik mamak Simpang Tigo, Khairul Abbas, SH, S. Kep, MKM membantah keterlibatan ninik mamak dalam pemotongan dana BLT tersebut sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.

Menurutnya, bukan pihak ninik mamak yang melakukan pemotongan dana. Namun, itu murni inisiatif dari para penerima manfaat bantuan sosial di kejorongan tersebut.

"Bukan dipotong, melainkan kemauan sendiri dari para penerima BLT di kampung itu. Masing-masing mereka bersedia menyisihkan uang yang diterima untuk dibagikan secara sukarela kepada warga yang belum menerima Bansos," ujar Abbas, Kamis (11/6).

Selanjutnya, kata dia, hal itu disampaikan ke ninik mamak. Itu pun hanya sebagai tembusan saja selaku pihak yang dituakan di kampung itu. Sebab, sebagai tokoh yang dituakan, ninik mamak harus tau apa yang terjadi.

"Untuk jumlah berapa nominal BLT itu pun ninik mamak tidak mengetahui," katanya.

Abbas menyayangkan adanya informasi yang keliru seputar keterlibatan ninik mamak yang dituding mengutak atik bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 di daerah itu.

"Ditambah pula dengan pemberitaan yang betendensi menyudutkan ninik mamak terlibat dalam Pemotongan dana BLT tersebut. Sekali lagi, ninik mamak, hanya sebatas diberitahu saja, tidak ada campur tangan mereka di dalam," tegas Abas.

Ia mengatakan, sebanyak 83 Kepala Keluarga (KK) di kejorongan itu tidak terdaftar sebagai penerima bansos dampak Korona. Puluhan warga yang belum menerima bansos tersebut selanjutnya akan diajukan sebagai usulan penerima BLT Kabupaten Pasaman.

"Sudah di usulkan oleh Jorong ke Dinas Sosial, agar ke-83 warga Simpang Tiga yang belum menerima bansos ini dapat dimasukkan sebagai penerima BLT yang sumber dananya dari Kabupaten," tukasnya.

Sementara, 30 KK warga sudah terdaftar sebagai penerima BLT Dana Desa, 20 KK BLT Kemensos (Pusat) dan 12 KK BLT Provinsi. Pemotongan dana BLT terhadap ketiga penerima program itu akan dikembalikan setelah 83 warga tersebut menerima bansos susulan.

"Kami berharap, ke depan tidak ada lagi pemberitaan miring terhadap ninik mamak Simpang Tigo. Selaku pemimpin kaum, ninik mamak harus didahulukan salangkah dan ditinggikan seranting serta dilindungi dan dijunjung tinggi harkat dan martabatnya," pungkasnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]