Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Dituntut Ringan, Begini Sikap Polri


Jumat, 12 Juni 2020 - 15:03:10 WIB
Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Dituntut Ringan, Begini Sikap Polri Novel Baswedan

HARIANHALUAN.COM - Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dua oknum Polisi terdakwa kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituntut oleh Jaksa dengan pidana satu tahun penjara.

Sejumlah pihak pun mengkritik tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum tersebut. Banyak pihak yang menyebut tuntutan itu terlalu ringan. Bahkan, menciderai rasa keadilan karena tidak sepadan dengan apa yang dialami Novel Baswedan.

Merespons hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono berujar pihaknya justru menghargai tuntutan yang dilayangkan tim Jaksa. Ditekankan dia, vonis akhir terhadap dua terdakwa peneror Novel Baswedan, tetap ada di palu Majelis Hakim.

"Polri menghargai apa yang jadi putusan jaksa. Nanti kan di akhir yang menentukan hakim, dengan vonisnya," ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2020).

Mantan Kapolres Nunukan ini menambahkan, karena perkara sudah masuk ranah pengadilan, maka Polri ‎menghargai seluruh prosesnya hingga vonis hakim ditentukan.

Sebelumnya, Jaksa menyatakan bahwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis terbukti menurut hukum secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Atas dasar itu, Jaksa melayangkan tuntutan satu tahun penjara terhadap kedua terdakwa.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmat Kadir Mahulette selama 1 tahun dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan," kata JPU Fedrik Adhar saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis, 11 Juni 2020.

Dalam pertimbangannya, JPU mengungkapkan hal yang memberatkan bagi para terdakwa adalah perbuatan mereka telah mencederai kehormatan institusi Polri.

"Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya, terdakwa mengakui perbuatannya di persidangan, terdakwa kooperatif dalam persidangan, terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun," ujarnya.

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dianggap terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]