Tuntutan Jaksa Kasus Novel Ciderai Keadilan dan Akal Sehat


Jumat, 12 Juni 2020 - 16:17:44 WIB
Tuntutan Jaksa Kasus Novel Ciderai Keadilan dan Akal Sehat Novel Baswedan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut dua terdakwa penyerang penyidik KPK, Novel Baswedan, ciderai keadilan, tidak masuk akal dan tidak dapat diterima.

Sahroni menilai alasan "tidak ada niatan" dan "tidak sengaja" yang dilontarkan jaksa penuntut tidak masuk akal dan tidak dapat diterima. Alasan tidak sengaja itu menurut Sahroni memalukan dan dalam hukum pidana tidak dikenal istilah "tidak sengaja".

"Pernyataan jaksa ini menurut saya bukan mencederai keadilan lagi, tapi udah menciderai akal sehat. Tidak bisa diterima," kata Sahroni, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menilai bahwa alasan para terdakwa yang menyebut bahwa mereka "tidak sengaja" dan "tidak ada niatan" untuk melukai Novel Baswedan juga tidak masuk akal.

Menurut dia mana ada orang membawa-bawa air keras lalu melemparkan ke orang lain dengan tidak sengaja, itu tidak rasional.

"Lagi pula sudah jelas-jelas pelaku mengaku dendam, kok bisa ada kesimpulan jaksa tidak sengaja," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa akan membahas mengenai persoalan itu dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dan akan meminta penjelasan perihal kasus itu dengan jaksa agung pada rapat kerja yang akan datang.

Dalam kasus penyerangan terhadap Baswedan, Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa penyerang Baswedan, yakni Rahmat Kadir Mahulettu dan Ronny Bugis, dengan hukuman satu tahun penjara.

Dalam persidangan yng digelar Kamis (11/6), Jaksa Penuntut Umum menyebut bahwa terdakwa tidak ada niat melukai dan tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel Baswedan sehingga dakwaan primer dalam perkara ini tidak terbukti. (*)
 

 Sumber : Antara /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 15 Juni 2020 - 11:23:41 WIB

    Pukat UGM: Tuntutan 1 Tahun Bui untuk Penyerang Novel Sangat Janggal

    Pukat UGM: Tuntutan 1 Tahun Bui untuk Penyerang Novel Sangat Janggal HARIANHALUAN.COM - Peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman membeberkan kejanggalan alasan jaksa penuntut umum (JPU) yang hanya menuntut penyerang Novel Baswedan 1 tahun penjara. Menurutnya, alasan J.
  • Ahad, 02 Februari 2020 - 20:13:28 WIB

    Tolak Karantina WNI di Natuna, Warga Sampaikan 6 Tuntutan

    Tolak Karantina WNI di Natuna, Warga Sampaikan 6 Tuntutan BATAM, HARIANHALUAN.COM - Aksi penolakan masyarakat Natuna terhadap kedatangan WNI asal Wuhan, Cina, belum berakhir. Massa sepakat membuat enam poin tuntutan kepada pemerintah pusat maupun daerah. Jika tidak dilaksanakan mass.
  • Kamis, 10 Oktober 2019 - 09:36:00 WIB

    Soal Tuntutan Perppu KPK, Ngabalin: Tidak Bisa Serta Merta Itu Barang

    Soal Tuntutan Perppu KPK, Ngabalin: Tidak Bisa Serta Merta Itu Barang JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Aksi mahasiswa dan elemen prodemokrasi mendesak  Presiden Jokowi segera  menerbitkan Perppu KPK, bakal memuncak di hari pelantikan Presiden Jokowi penghujung pekan ini. .
  • Kamis, 13 Juni 2019 - 13:33:00 WIB

    Bahar bin Smith Siap Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

    Bahar bin Smith Siap Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini BANDUNG, HARIANHALUAN.COM -- Bahar bin Smith siap mendengarkan sidang tuntutan atas perkara dugaan penganiayaan dua remaja, Kamis (13/6), di Pengadilan Negeri Bandung, Gedung Perpustakaan dan Arsip..
  • Rabu, 09 November 2016 - 00:31:08 WIB
    BENTROK DENGAN SIDANG DI PN TIPIKOR JAKARTA

    JPU Tunda Pembacaan Tuntutan Tanto

    JPU Tunda Pembacaan Tuntutan Tanto PADANG, HALUAN — Jaksa Penuntut Umum (JPU) urung membacakan tuntutan dalam sidang lanjutan kasus dugaan peredaran gula tanpa label SNI, yang menjerat mantan direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto sebagai terdakwa. M.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]