Naik Kapal Laut saat New Normal? Wajib Patuhi Persyaratan Ini


Jumat, 12 Juni 2020 - 18:23:28 WIB
Naik Kapal Laut saat New Normal? Wajib Patuhi Persyaratan Ini Dok. Kemenhub

HARIANHALUAN.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan berbagai protokol untuk penyelenggaraan angkutan laut di era tatanan kehidupan baru atau new normal.

Tata cara penyelenggaraan angkutan laut ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41 Tahun 2020 serta Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Laut Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat produktif dan Aman Corona Virus.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purmono mengatakan, yang paling utama dalam kebijakan itu, seluruh masyarakat saat ini sudah boleh menggunakan angkutan laut. Tidak berlaku lagi pembatasan kriteria penumpang.

"Prinsip utama adalah perbedaan pada masa sekarang ini satu yang penting adalah siapa saja bisa bepergian dengan kapal laut tapi tetap harus memenuhi protokol kesehatan dan memenuhi dokumen-dokumen aturan yang berlaku. Kalau sebelumnya hanya untuk orang khusus, kalau sekarang siapa saja," tuturnya dalam acara Webinar, dikutip dari detik.com, Jumat (12/6/2020).

Untuk penumpang sendiri ada protokol yang wajib dipatuhi. Pertama, setiap penumpang bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak satu sama lain, memakai masker, cuci tangan dan patuh pada ketentuan yang berlaku.

Kemudian penumpang kapal laut disyaratkan membawa dokumen wajib selain tiket dan boarding pas. Dokumen tersebut yakni identitas diri yang sah, surat keterangan PCR test dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau rapid test hasil negatif berlaku 3 hari.

Jika daerahnya tidak memiliki fasilitas PCR atau rapid test, penumpang boleh menunjukkan surat keterangan bebas gejala influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas.

"Pada waktu penumpang di pelabuhan harus jaga jarak, harus pakai masker, harus sering cuci tangan. Jadi sejak beli tiket, masuk pelabuhan, berada di pelabuhan, antrian naik kapal, selama di kapal, sampai turun dari kapal dan keluar dari pelabuhan," tambahnya.

Sementara khusus untuk penumpang yang datang dari luar negeri seperti TKI, pekerja migran dan lainnya, diterapkan persyaratan khusus. Salah satunya wajib dilakukan PCR test di pelabuhan.

"Ini ternyata banyak sekali harus dilakukan PCR di sana, karena dari luar negeri. Jadi kalau dari luar negeri belum ada PCR yang sudah valid akan dilakukan di pelabuhan saat penumpang itu turun," terangnya.

Untuk operator sendiri, Kementerian Perhubungan mewajibkan operator kapal menerapkan SOP khusus. Awak kapal diharuskan menggunakan APB, kesehatannya juga harus dicek secara berkala. Begitu juga dengan armada kapal yang harus secara rutin dibersihkan.

Untuk terminal penumpang, juga diwajibkan menyediakan ruangan keadaan darurat untuk penanganan COVID-19. Hal itu dimaksudkan agar tersedianya tempat ketika ada penumpang yang menunjukkan gejala COVID-19.

"Kemudian kami juga meminta pada kawan perhubungan laut, pada syahbandar, operator pelabuhan, untuk melakukan koordinasi dan pengawasan. Kami sudah menugaskan seluruh perangkat perhubungan laut termasuk kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan pengawasan dan konsolidasi," tambahnya. (*)

Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]