Sidak ke Dinkes, DPRD Pasbar Kecewa Temukan Tumpukan APD Senilai Rp2,1 Miliar


Jumat, 12 Juni 2020 - 21:51:23 WIB
Sidak ke Dinkes, DPRD Pasbar Kecewa Temukan Tumpukan APD Senilai Rp2,1 Miliar Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni bersama anggota DPRD lainnya melakukan sidak ke gudang farmasi Dinkes Pasbar.

HARIANHALUAN.COM - Merasa kecewa karena Alat Pelindung Diri (APD) yang dianggarkan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), belum juga dibagikan kepada petugas medis dan masyarakat, Anggota DPRD Pasbar yang dipimpin Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni sidak Gudang Farmasi Dinkes Pasbar. Jumat, (12/6/2020).

Dalam sidak tersebut, Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni didampingi anggota DPRD lainnya mengatakan, dia dan anggota DPRD lainnya merasa sangat kecewa melihat APD senilai Rp2,1 miliar tersebut menumpuk di gudang farmasi Dinkes Pasbar. Padahal masyarakat dan petugas medis sangat membutuhkan APD tersebut dalam bertugas melawan Covid-19.

"APD tersebut sudah sampai dalam beberapa hari belakangan ini, namun hingga saat ini belum juga disalurkan. padahal masyarakat dan petugas medis sangat membutuhkan APD tersebut," ujar Parizal Hafni.

Parisal Hafni meminta pemerintah, terutama Dinkes tidak main-main dalam menanggulangi dan menangani Covid-19, sebab banyak petugas di lapangan membutuhkan APD, termasuk masyarakat umum yang kesehatannya juga tak bisa disepelekan.

"Dinkes harus serius dalam penanggulangan covid 19 ini. Masa PSBB telah usai kini sudah beralih ke situasi New Normal seharusnya APD tersebut sudah disalurkan," pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Adriwilza selaku Ketua Komisi IV DPRD Pasbar dan Muhammad Guntara juga ikut memperhatikan tumpukan APD tersebut. Mereka terlihat berdiskusi dan mempertayakan kenapa APD tersebut baru datang dan belum disalurkan, padahal Pasaman Barat selama beberapa bulan belakangan masyarakat dan petugas medis dan posko perbatasan sangat membutuhkan.

"Kita minta Dinkes bisa menjelaskan masalah ini, karena pembelian APD ini dari uang rakyat. Kenapa baru datang sekarang dan belum juga dibagikan," ujar Gugun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasbar, Jon Hardi menjelaskan, uang senilai Rp2,1 miliar itu digunakan untuk membeli 3.000 box masker bedah, 140 pelindung wajah, pelindung mata 150 buah, 1.000 buah apron, sarung tangan non steril 1.000 buah, sarung tangan steril 1.000 pasang, Cover all atau baju hazmat 1500 picis, 120 pasang sepatu bot, 1000 pasang penutup sepatu, dan 1.000 picis penutup kepala.

"Barang barang ini datang beberapa waktu lalu, dan sudah kita periksa bersama inspektorat, dan akan dibagikan Senin depan," katanya.

Jon Hardi menegaskan, semua APD tersebut bukan digunakan untuk masyarakat umum, melainkan untuk kebutuhan petugas medis di seluruh Puskesmas se Pasbar dan RS Yarsi. Hingga hari ini, stok APD di puskesmas masih tersedia, bersumber dari pengadaan tahun lalu, sumbangan dari Kemenkes dan pihak ketiga.

"Kedatangan APD ini sudah tepat, seiring dengan mulai menipisnya stok di gudang puskesmas," ujarnya.

Jon Hardi menjelaskan, APD yang mereka beli masih sangat dibutuhkan petugas medis selama kenormalan baru. Sebab, saat melayani masyarakat, petugas harus memperhatikan protokol kesehatan dan menggunakan APD. Bahkan, jika dihitung Dinkes masih pesimis APD ini bisa memenuhi kebutuhan hingga Desember mendatang.

"Saya sudah koordinasi dengan provinsi, APD ini masih sangat dibutuhkan petugas hingga waktu yang panjang kedepan," sebutnya. (*)

Reporter : Muhammad Fadli /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]