Kemenag Anjurkan Toa Masjid Dipakai untuk Sebar Informasi Cegah Covid-19


Ahad, 14 Juni 2020 - 07:12:37 WIB
Kemenag Anjurkan Toa Masjid Dipakai untuk Sebar Informasi Cegah Covid-19 Ilustrasi masjid. (Foto: Freepik)

HARIANHALUAN.COM - Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) menyarankan masjid-masjid tidak terburu-buru dibuka kembali untuk menyelenggarakan sholat berjamaah. Sebelumnya memang ada informasi Pemerintah Inggris mengizinkan rumah-rumah ibadah, termasuk masjid, dibuka lagi mulai 15 Juni 2020.

Saran untuk tidak terburu-buru melakukan pembukaan kembali ini mengikuti konsultasi dengan ratusan masjid dan puluhan asosiasi Muslim regional serta nasional dalam beberapa minggu terakhir.

Setelah berkonsultasi, MCB menghasilkan panduan terperinci terkait pembukaan kembali masjid secara aman dan bertahap untuk sholat berjamaah.

Pedoman tersebut menyarankan masjid-masjid di Inggris wajib menerapkan langkah sebagai berikut:

- Rencanakan bagaimana dan kapan harus dibuka kembali dengan menunjuk petugas serta tim keselamatan pencegahan covid-19.

- Rencanakan ruang yang akan dibuka kembali dan apakah di dalam ruangan atau luar, serta menghitung kapasitas aman maksimum masjid dengan jarak sosial.

- Rencanakan sejumlah fasilitas, misalnya panah arah, area wudu tertutup.

- Rencanakan staf dan sukarelawan seperti petugas keamanan dan penanggulangan covid-19.

- Mengumumkan hal-hal yang mesti dilakukan jamaah sebelum datang ke masjid, seperti membawa sajadah dan Alquran sendiri, lalu wudu di rumah.

- Mengukur suhu tubuh jamaah sebelum masuk masjid.

- menjaga jarak antar saf sholat, jika memungkinkan 2 meter di semua arah.

- Penerapan amal tanpa kontak dan melarang jabat tangan usai sholat.

- Siapkan rencana penanganan jika ada seseorang mengalami gejala atau positif covid-19. 

Dalam hal ini, lanjut dia, segala jenis kegiatan yang berkontribusi mencegah persebaran virus corona melalui kegiatan sosial keagamaan sangat relevan untuk dilakukan.

Kemudian penanganan covid-19 sebagai bencana nonalam tidak dapat hanya dilakukan pemerintah, tapi harus melibatkan beberapa komponen tambahan lainnya yang termasuk 'Pentahelix', yakni meliputi dunia usaha, akademisi, media massa, dan komunitas. Dalam hal ini aktivitas serta peran masjid berada dalam salah satu komponen tersebut.

"Sangat bagus sekali. Jadi, kami sangat setuju, dan justru menganjurkan untuk masyarakat bisa memanfaatkan masjid untuk kegiatan-kegiatan produktif yang bertujuan mencegah persebaran covid-19," jelasnya, dikutip dari Okezone.com, Minggu (14/6/2020). (*)

 Sumber : Okezone.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]