Wisata Museum Sawahlunto Kembali Dibuka


Ahad, 14 Juni 2020 - 11:39:57 WIB
Wisata Museum Sawahlunto Kembali Dibuka Wisatawan mulai mengunjungi museum lubang mbah suro, setelah seluruh museum kembali dibuka dengan standar protokol kesehatan. Ist

HARIANHALUAN.COM - Seiring diterapkannya tatanan normal baru, wisata Museum di Kota Sawahlunto kembali dibuka terhitung, Senin 8 Juni 2020 lalu. Sebelumnya objek wisata Museum di Sawahlunto ditutup sejak 23 Maret 2020, dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus diseases 2019 atau Covid-19.

Dibukanya kembali museum-museum yang ada di Sawahlunto terang Kepala dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman (DKPBP), Halomoan diiringi dengan penyediaan fasilitas sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Upaya melengkapi standar protokol kesehatan itu telah diupayakan dengan menyediakan fasilitas seperti wastafel, pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer, serta melengkapi petugas museum dengan masker dan juga sarung tangan. Begitu juga dengan pengunjung wajib memakai masker, harus diukur suhu tubuhnya sebelum masuk, memakai masker dan juga menjaga jarak aman Covid-19 termasuk pembatasan jumlah kunjungan dari biasanya," tuturnya.

Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Rahmat Gino Seagames menambahkan, para pengunjung juga tidak diperkenankan untuk menyentuh koleksi-koleksi dari museum yang ada.

"Seluruh museum resmi ditutup menindaklanjuti surat edaran Walikota Sawahlunto nomor 360/131/BKP-OBD/SWL/2020 tanggal 20 Maret 2020. Adapun museum yang ada di Swwahlunto, yakni museum Lubang Mbah Suro, Museum Kereta Api, Museum Gudang Ransum, museum tari, museum etnografi, museum seni serta museum tambang PTBA Ombilin," kara Gino.

Sebelumnya lanjut Gino, meski ditengah pandemi Covid-19, para traveler masih bisa menjelajahi dan mengekplorasi keindahan kota tua warisan dunia Sawahlunto. Memanfaatkan teknologi dan fasilitas daring sebanyak 77 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti virtual tour Kota Sawahlunto yang digagas Pirtual Project, Minggu (17/5) lalu.

"Peserta tur Virtual mengeksplor Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, yaitu wisata sejarah penambangan batubara maksimal dua jam disimulasikan yang merupakan perjalanan yang biasanya dilakukan wisatawan selama 3 hari dan 2 malam," ujar Rahmad Gino.

Secara virtual sebutnya, dikemas kegiatan dan lokasi yang akan dijelajahi seperti museum, kota tua dan tempat wisata lainnya. Jelajah daring yang dikemas dalam ngabubu Trip ini, wisatawan akan dapat mengetahui potensi serta sejarah tambang batubara pertama di Indonesia hingga menjadi kota yang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

"Vitual tour ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan setelah kondisi pandemi ini kembali normal," ujarnya. (*)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]