Pilgub Sumbar, Termahal Sepanjang Sejarah


Ahad, 14 Juni 2020 - 17:24:02 WIB
Pilgub Sumbar, Termahal Sepanjang Sejarah Yovaldri Riki Putra

HARIANHALUAN.COM - Politik butuh biaya. Tidak sedikit uang yang dibutuhkan dalam menyambut pemilihan Kepala Daerah. Memang kampanye merupakan waktu untuk mengadu logika. Namun, logika tanpa logistik merupakan sebuah kezoliman. Paling tidak, pemain politik hingga hari ini menyepakati aksioma tersebut.

 

Oleh: Yovaldri Riki Putra
Pegiat Media Sosial

Saya terkejut melihat ada dua tokoh yang sudah menyebut-nyebut seberapa dalam sakunya secara terbuka kepada media, untuk menghadapi Pilkada 2020. Pertama, Riza Falepi mengatakan punya uang 30 milyar rupiah. Walikota Payakumbuh tersebut mengaku mendapatkan bantuan dari beberapa kawannya alumni Institut Teknologi Bandung. Bahkan, dia sudah yakin untuk menjadi Cagub saja, tidak akan maju sebagai cawagub.

Selain Riza, kandidat lainnya adalah Audy Joinaldy. Menurut cerita, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah datang ke peternakan Audy di Makassar. Setelah Mahyeldi melihat usahanya yang besar, Audy langsung ditawari untuk memdampingi politisi senior PKS tersebut. Dalam sebuah pengakuan, Audy bilang, "Buya satu, Audy dua". Alumnus Institut Pertanian Bogor tersebut langsung mengiayakan tawaran menarik yang diidam-idamkan banyak politisi Sumbar tersebut.

Putra Mahkota dari Trah Kahar ini mengaku terpaksa harus menyiapkan 50 milyar rupiah. Dia tidak yakin uang 40 milyar yang sudah disiapkan sebelumnya tidak akan cukup menghadapi situasi Covid-19. Daya tariknya memang luar biasa, hingga dia mengaku sudah dilirik oleh semua calon gubernur yang banyak terpampang di baliho. Namun, Audy mengklaim lebih intensif berkomunikasi dengan Mahyeldi.

Harus diakui, Pilgub kali ini akan sangat berat. Meski Mendagri yang belum pernah ikut mencoblos itu mengatakan kampanye akan lebih banyak dilakukan secara virtual, biayanya tidak akan lebih rendah. Dampak dari gempa Corona ini adalah tsunami ekonomi.

Ekonomi Sumbar yang sangat bergantung dari kunjungan orang dari luar Sumbar akan merasakan betul dampaknya. Orang tidak akan mau banyak diskusi di tengah urusan perut yang semakin mendesak. Tidak ada demokrasi dalam situasi terjepit. Cedera-mencederai akan jauh lebih banyak.

Dari perhitungan saya, biaya Pilgub Sumbar 2020 diperkiran akan menyentuh angka 200 milyar rupiah. Kandidat yang kurang uang dari angka tersebut, siap-siap saja terjerembab. Mayoritas akan teriak dengan situasi ekonomi, lalu akan cenderung lebih pragmatis. Di Bukittinggi misalnya, Pasar Atas yang menjadi jantung ekonomi saja sudah lama tidak berdenyut. Darimana orang akan hidup?

Jika memakai hitungan Pemilu 2019, pemilih Sumbar berada pada angka 3.7 juta orang, dengan asumsi partisipasi 70%. Maka, sekitar 2.6 juta pemilih akan datang ke TPS. Rumus dari pertarungan Pilkada adalah rise to fourty, siapa paling dekat dengan 40% atau lebih akan dipastikan menang. Maka di Sumbar, kandidat harus mendapatkan sekitar 1.1 juta suara.

Seandainya cost per voter adalah 200 ribu rupiah, maka akan dibutuhkan biaya sebesar 200 milyar rupiah. Dalam keadaan normal, seorang kandidat cukup menghabiskan Rp. 50.000- Rp. 100.000/voter. 

Tentunya, angka yang disebutkan di atas belum termasuk biaya partai politik. Rahasia umum ini harus ditunaikan oleh para kandidat. Sumatera Barat membutuhkan tiga belas kursi untuk kandidasi. Kita tinggal kalikan saja dengan nominal tertentu.

Donatur politik hari ini tentunya akan tahan diri. Uang mereka akan lebih diprioritaskan untuk kelanjutan usahanya. Situasi ekonomi dunia yang sedang rumit, ditambah lagi anggaran daerah akan lebih difokuskan untuk penanganan Covid-19, tidak akan banyak orang siap mendukung pemenangan Pilgub dengan biaya tertinggi dalam sejarah Sumbar ini.

Orang-orang paling tenang adalah mereka yang sudah didukung oleh sumber pendanaan yang jelas. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang Poros Singapura, Faldo Maldini tentu tidak terlalu risau untuk menghadapi situasi sulit ini.

Baliho Faldo sempat kita lihat di ratusan titik sekeliling Sumatera Barat. Dia berkunjung ke ribuan titik. Sudah ribuan orang juga terbantu dengan amplop yang dibagi-bagikannya. Dia tidak punya beban finansial. Dukungan politik dari Jeffrie Geovanie yang terkenal komit itu sudah dirasakan pengaruhnya. Faldo tinggal bermain sebaik-baiknya.

Saya yakin di belakang yang terlihat, lebih banyak biaya yang dihabiskan Faldo Maldini. Sewa lembaga survey, konsultan sosial media, hingga konsultan public relation juga harus dibayarnya. Belum lagi, dia harus menanggung kehidupan timnya yang bekerja setiap hari. Dalam sebuah wawancara, Faldo mengaku jumlah anggota timnya sampai puluhan orang yang digaji bulanan.

Faldo Maldini tidak perlu terlalu pusing. Dia tidak perlu sebutkan seberapa dalam sakunya. Kita mungkin bisa mengira-ngira saja seberapa besar brangkas milik Jeffrie Geovanie untuk pertarungan di kampung halamannya sendiri.(*)


 

 Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]