New KPK Berkumpul di Rumah Novel Baswedan, Ada Apa Ya?


Ahad, 14 Juni 2020 - 21:25:30 WIB
New KPK Berkumpul di Rumah Novel Baswedan, Ada Apa Ya? Sejumlah tokoh yang menamai diri mereka New KPK hadir di rumah Novel Baswedan. istimewa

HARIANHALUAN.COM - Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu hingga eks Dosen Universitas Indonesia Rocky Gerung ke rumah Penyidik Senior KPK Novel Baswedan untuk membentuk New KPK. Mereka bentuk itu lantaran untuk mendukung Novel yang tengah geram melihat tuntutan 1 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum kepada dua penyerangnya.

Mereka ke rumah Novel di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/6/2020) sore. Mereka diantaranya eks Pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu hingga eks Dosen Universitas Indonesia Rocky Gerung.

Kemudian eks Jubir Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur, Adhie Massardi, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule, aktivis ProDEM Adamsyah Wahab dan para tokoh lainnya. Mereka menyebut kelompok ini sebagai NEW KPK alias Kawanan Pencari Keadilan.

"Tentunya penyampaian, empati dan dukungan secara moril yang disampaikan. Saya kira, saya berterima kasih pada semuanya karena dukungan disampaikan oleh banyak pihak. Kita bisa lihat banyak rakyat Indonesia yang merasakan bagaimana ketika nilai-nilai keadilan diinjak dengan sembrono. Saya kira itu tak bisa dibiarkan," kata Novel kepada wartawan usai pertemuan, Minggu (14/6/2020).

Refly Harus mengungkapkan dalam pertemuan kurang lebih 1,5 jam yang diselingi salat Ashar berjamaah itu, Novel bercerita bahwa dia tidak yakin dua orang terdakwa yang dituntut satu tahun itu adalah pelaku sebenarnya. "Lalu, kemudian bagian ketika bagian saya mengatakan, yakin nggak bahwa yang terdakwa itu pelaku yang sesungguhnya? Novel sendiri mengatakan tidak yakin. Tapi kalau dia bukan pelakunya ya peradilan sesat namanya," kata Refly.

Untuk diketahui, oknum polisi peneror air keras Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dengan pasal Pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jaksa menilai Rahmat Kadir terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, dengan menyiramkan air keras ke bagian wajah.

Namun dalam tuntutannya, jaksa menilai keduanya tak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel Baswedan. Sehingga, dakwaan primer dalam perkara ini tidak terbukti. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]